6 Desember 2022

Dimensi.id-Berita viral tentang Taliban yang mampu mengusir tentara Amerika dan sekutu dari bumi Afaganistan serta mampu menduduki pusat kekuasaan disana mendapat respon yang beragam. Sebagian takut hegemoni dunia akan beralih ke Taliban, kelompok Islam yang dianggap keras dan radikal pada kedzoliman dan kemaksiatan.

Negara yang baru lahir yang memilik pasukan dengan semangat jihat dan berani mati untuk agama memang sangat ditakuti oleh banyak negara yang kebanyakan dipimpin oleh penguasa dzalim karena tujuan berpolitiknya hanya untuk merebut kekuasaan, bukan mengurusi urusan rakyat.

Sungguh, sangat berbeda politik dalam pandangan Islam yang mana berpolitik adalah untuk mengurusi urusan rakyat. Sehingga tidak aneh jika dalam sistem khilafah, rakyat bisa hidup aman dan sejahtera, bukan dalam ketakutan dan ketidak adilan.

Rakyat dalam sistem demokrasi kapitalis hanya menjadi sapi perahan dengan kewajiban membayar pajak. Sementara elit politiknya sibuk membelanjakannya dan bahkan tidak sedikit uang rakyat dikorupsi. Rakyat muak dengan gaya kepemimpinan penguasa rezim dzalim dalam sistem demokrasi.

Mereka teriak dengan ketidakadilan, namun kritikan dan saran dianggap ancaman dan musuh yang harus dibumi hanguskan. Mereka yang berani dan menginginkan perubahan hakiki dikriminalkan dan diancam akan dimasukkan ke tahanan.

Sebagian rakyat putus asa dan berharap pada perubahan sosok pemimpin yang dianggap ideal tapi faktanya pemimpin yang diharapkan, lupa untuk membawa perubahan saat kekuasaan dalam genggaman.

Apa salahnya jika Taliban dengan semangat jihatnya akan menerapkan Islam secara kaffah, pasti kehidupan rakyat yang dalam naungannya akan hidup sejahtera dan penuh berkah. Dan itu sudah terbukti dalam sejarah, kesejahteraan dan keamanan rakyat terjamin.

Kita harusnya senang jika Taliban mampu untuk menegakkan khilafah di muka bumi. Malah yang perlu dikawatirkan, Taliban terlena dengan kekuasaan yang sudah diraihnya dan melupakan tujuan yang mulia yakni mengembalikan kehidupan Islami yang akan menekan tidak kriminal, kejahatan dan mampu menjamin kebutuhan dasar rakyatnya, sehingga rakyat bisa hidup aman dan sejahtera.

Taliban tidak harus ditakuti, karena mereka adalah aset umat yang bisa membawa perubahan jika tujuan perjuangannya tidak terbelokkan oleh tujuan politik sesaat, kekuasaan. Mereka, tentara Taliban, adalah taat beribadah terlihat dari pasukannya yang punya semangat jihat dan tidak takut mati.

Mereka tetap sholat dan tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang Muslim meskipun dalam peperangan. Taliban mampu mengambil alih kekuasaan di Afganistan adalah langkah awal. Perjuangan Taliban belum selesai dengan diraihnya kekuasaan, tapi perjuangannya masih panjang dan perlu dikawal agar tujuan tidak terbelokkan oleh kepentingan politik sesaat.

Untuk meraih kemenangan yang hakiki, Taliban harus memiliki pamahaman Islam yang kuat, benar dan menyeluruh. Taliban masih perlu proses panjang yang diperlukan untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah agar kehidupan Islami benar-benar terwujud.

Umat Islam adalah bersaudara jadi tidak boleh saling bermusuhan, tapi saling mengingatkan agar setiap langkah dan perjuangannya. Pasukan yang kuat dan berani mati memang dibutuhkan untuk membangun sebuah negara yang kuat dan disegani, namun pemahaman Islam yang kuat juga diperlukan agar arah perjuangan tetap lurus dan benar.

Perlu diingat, awal runtuhnya Khilafah bukan karena lemahnya angkatan perang yang dimiliki, tapi lebih pada melemahnya pemahaman umat terhadap ajaran Islam. Saat bahasa Arab mulai ditinggalkan, umat tidak lagi mampu memahami hukum-hukum Allah secara penuh dan menyeluruh sehingga mudah untuk disusupi ide dari luar Islam yang seolah-olah Islami padahal bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan menghancurkan khilafah dari dalam.

Ide nasionalisme, contohnya, secara tidak sadar membentuk pemahaman umat dan dianggap dari Islam. Padahal, semangat nasionalisme terbukti sebagai sumber perpecahan ditengah umat, sehingga umat tidak lagi seperti satu tubuh. Saat sekat nasionalisme menguat, umat Islam dibelahan bumi yang berbeda tidak saling perduli dan membantu. Percikan api permusuhan mulai dihembuskan oleh musuh-musuh Islam dengan ide nasionalisme, sehingga umat Islam saling bermusuhan hanya karena berbeda suku bangsa.

Dari pengalaman sejarah, umat Islam harus bersatu untuk bersama sama mewujudkan satu negara, khilafah yang akan menerapkan Islam secara kaffah agar kemashlahatan umat bisa tercapai dan kehidupan Islami yang kita cita-citakan bersama bisa terwujud.

Saat penduduk satu negeri bertaqwa dengan mengatur hidupnya dengan Islam secara kaffah, tentunya pintu berkah dan rahmatNya terbuka lebar baik dari langit maupun bumi.

Memang benar pasukan militer yang tangguh dan ditakuti sangat diperlukan agar satu negara bisa disegani. Namun, untuk mewujudkan cita-cita besar kembalinya kehidupan Islami dengan diterapkannya syariat Allah secara kaffah dalam naungan sistem khilafah tidak cukup hanya pasukan yang tangguh, tapi pemahaman umat terhadap ajaran Islam harus juga kuat dan menyeluruh.

Taliban juga harus hati-hati dengan jeratan hutang dengan kedok bantuan yang sudah terbukti membuat sebuah negara tidak bisa mandiri dan terjajah. Jangan sampai keluar dari jeratan Amerika masuk ke perangkap yang lain. Taliban adalah aset yang harus dikawal bersama agar tujuan perjuangannya tidak berhenti hanya pada perebutan kekuasaan.(ME)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.