7 Desember 2022

Mabok dalam kamu bahasa Indonesia artinya  sangat gemar (suka). Jadi wajar dan harus jika kita mabok agama. Mabok, sangat suka, pada agama tidak akan membuat seseorang kehilangan kesadaran malah lebih dari Itu, Mabok agama membuat seseorang menjadi lebih cerdas melihat kebenaran dalam sebuah fakta karena dia akan selalu mengkaitkan dengan keyakinannya yang lurus dan mulia, Islam.

Sangat berbeda dengan mabok miras yang akan membuat hilang kesadaran sehingga memicu tidak kekerasan dan kriminal. Sehingga wajar dalam Islam miras diharamkan tidak hanya mereka yang meminumnya tapi juga mereka yang menyebabkan mereka mabok karena miras yaitu pembuat miras, yang menyimpan, dan penjualnya serta pengambil kebijakan yang Ikut melegalkan miras padahal mereka tahu bahwa miras hukumnya pasti haram dan tidak ada keraguan terhadap keharaman miras.

Jadi sangat mengherankan jika Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) AM Hendropriyono menilai tumbuh sumburnya radikalisme di Indonesia karena masyarakat yang mabuk agama ( https://m-tribunnews-com.) Dan lebih dari Itu para buzzer istina juga menganggap  bahwa Mabok miras tidak lebih berbahaya dari Mabok agama. Ferdinand Sebut Neraka Akan Lebih Banyak Dihuni Orang Mabuk Agama daripada Orang Mabuk Miras. Mereka yang menganggap cinta pada Agama diikuti dengan sikap militan untuk membela agama dianggap buruk.

Sungguh besar apa yang keluar dari mulut-mulut mereka. Tidak mereka mengatakan sesuatu kecuali dusta. Sungguh mereka sudah kehilangan kesadarannya yang mengatakan bahwa Mabok miras lebih baik dari Mabok agama. Bisa jadi mereka sudah terlalu banyak menenggak miras atau sudah banyak menikmati hasil dari bisnis haram miras sehingga tidak lagi mampu membedakan yang benar dan yang salah. Sungguh mereka kehilangan akal sehatnya dengan membela sesuatu haram yang jelas dan pasti membawa keburukan pada generasi yang bisa jadi anak mereka sendiri

Cinta pada keyakinannya yang menumbuhkan sikap militan untuk membela agamanya Itu baru hebat dan luar biasa. Apalagi jika kemudian rela diatur dengan ajaran yang lurus dan sempurna yang diturunkan oleh Yang Maha Sempurna. Mengkaitkan pemikiran dan perbuatan dengan Islam, membuat seseorang memiliki kepribadian yang khas, Islam.

Kepribadian unggul membuat dia bersinar ditengah masyarakat yang sudah terkontaminasi dengan sekularisme dan pragmatisme. Sosok militan terhadap agama yang berkepribadian Islam mendorong dirinya melakukan banyak kebaikan bukan kekerasan dan kerusakan seperti yang dituduhkan oleh sebagian orang yang membenci Islam.

Sungguh Mabok agama tidak bisa disamakan dengan mabok miras. Cinta pada Agama membuat seseorang menjadi cerdas dan mampu berfikir cemerlang dalam memandang kehidupan. Militan dalam beragama membuat seseorang menjadi mulia. Kebaikan yang dilakukan juga tidak sia-sia jika dikaitkan dengan keyakinan yang lurus dan mulia. Apa yang dilakukan tidak hanya membawa kebaikan di dunia tapi juga berdampak pada kehidupannya di akhirat nanti.

Sangat berbeda dengan mabok miras yang hanya menghilangkan kesadaran seseorang yang suka meminumnya sehingga banyak tindakan yang buruk dan dilarang agama begitu mudahnya dilakukan. Langkah syaitan diikuti yang akan membawa pada kesesatan dan kesengsaraan hidup. Mabok miras sudah pasti berakibat buruk tidak hanya untuk dirinya tapi juga orang lain.

Sesuatu yang diharamkan sudah pasti merusak dan tidak kebaikan yang bisa diambil dari barang haram, miras. Dan tidak perlu dibahas lagi dengan perspektif yang lain. Dan tidak perlu dicari-cari alasan agar bisa melegalkan sesuatu yang pasti haram.

Menyandingkan Mabok miras dengan mabok agama jelas satu kebodohan. Agama adalah sesuatu yang mulia sehingga mengikuti petunjukNya dalam beragama akan membawa pada kemuliaan, sebaik-baik makhluk. Sebaliknya, meninggalkan ajaran Islam yang lurus dan mulia hanya akan mengantarkan pada kehinaan dan menjadi seburuk-buruk makhluk.

Masihkah kita menganggap baik Mabok miras yang merusak generasi adalah satu kebaikan. Padahal jelas miras adalah haram dan pasti membawa kerusakan. Sungguh, bodoh orang yang masih menganggap miras akan membawa kebaikan.

Akankah kita menganggap buruk generasi yang mencintai agama mereka. Padahal, generasi cemerlang akan tumbuh saat kesadaran untuk mengkaitkan pemikiran dan perbuatannya dengan Islam. Merekakah generasi yang mampu berfikir cerdas dan diharapkan akan menjadi calon pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan kearah yang lebih baik dengan Islam. Jangan mereka dirusak dengan miras, tapi bangun generasi cemerlang dengam Islam.

Semoga kita semua sadar untuk tidak membenci agama yang akan menunjukkan jalan lurus pada umat manusia dan membawa pada kemuliaan. Jangan rusak generasi dengan miras, tapi dekatkan mereka dengan agama yang lurus dan mulia. Stop miras dan hiduplah mulia dengan Islam agar terbentuk generasi cemerlang untuk masa depan Indonesia yang gemilang.

Penulis: Mochamad Efendi

Editor: Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.