7 Desember 2022

Satu tahun yang lalu tepatnya tanggal 2 Maret 2020 virus corona terdeteksi di Indonesia. Dimulai dari kasus pertama sampai sekarang sepertinya pandemi ini belum ada tanda tanda akan berakhir. Dilihat dari penambahan kasus positif dalam tiap harinya masih mencapai angka ribuan.

Program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah sebagai upaya pencegahan virus corona pun dalam pelaksanaannya masih sangat lambat dan tidak terlepas dari pro kontra di tengah masyarakat. Vaksinasi dilakukan secara bertahap dimulai dari nakes sebagai kelompok yang paling rentan teinfeksi virus corona, kemudian dilanjutkan kepada aparatur Negara dan para pejabat.

Yang awalnya diwacanakan vaksin ini akan diberikan secara gratis kepada seluruh kalangan masyarakat, namun belakangan ini muncul istilah vaksinasi mandiri. Program ini ditujukan kepada swasta yang memiliki kemampuan membiayai karyawannya dengan tujuan mempercepat pemerataan vaksinasi sekaligus meringankan beban pemerintah.

Dalam program vaksinasi mandiri ini pembiayaan dilimpahkan kepada swasta sebagai pelaksana. Padahal swasta juga merupakan kelompok yang terdampak pandemi corona. Tidak sedikit yang harus memeras otak untuk mengatur strategi agar usahanya tetap berjalan meskipun dalam keadaannya tetap ada yang harus dikorbankan seperti merumahkan beberapa karyawan.

Belum selesai terkait vaksinasi, muncul fakta baru terkait tentang adanya varian baru dari virus corona yang bermutasi yaitu B1.1.7 yang berasal dari Inggris. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan dua warga kabupaten Karawang positif virus corona varian baru B1.1.7 pada akhir Januari 2021. Kemudian beberapa waktu yang lalu Menkes Budi Gunadi Sadikin juga mengumumkan adanya 4 WNI yang terpapar virus corona B1.1.7 ini.

Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menyebut ancaman virus Corona B117 ini cukup serius. “Apalagi ancaman strain baru ini (B117) sangat serius. Tahun 2021 ini bisa saya sebut sebagai tahun lahirnya banyak strain baru,” ujar Dicky Rabu (3/3/2021).(Detik.com)

Menurut Dicky, virus Corona B1.1.7 lebih cepat menular ketimbang Covid-19 yang sudah lama menyebar di Indonesia kematiannya pun cukup tinggi

“Sebesar 30 persen lebih cepat menyebabkan kematian karena virologinya tinggi,” jelas Dicky.

Dalam kesempatan yang lain Presiden RI Bapak Joko Widodo menghimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir akan adanya virus varian baru ini. “Bapak, ibu, saudara-saudara sebangsa, setanah air, saya mengimbau bapak, ibu, saudara semuanya untuk tidak perlu khawatir karena ditemukannya dua kasus positif Covid-19 dengan mutasi virus dari Inggris atau B117,” kata Jokowi dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3).

Belajar dari kasus awal adanya pandemi yang kebanyakan pejabat pemerintah menganggap kasus pandemi bukan masalah serius. Masyarakat tentu akan merasakan kekhawatiran terhadap adanya virus varian baru ini. Apalagi sudah banyak korban jiwa dalam bencana pandemi yang semakin membuka mata masyarakat akan ketidakmampuan Negara menjaga jiwa rakyatnya.

Penanganan wabah atau pandemi membutuhkan keseriusan pemerintah untuk mengurusi segala kepentingan rakyat, contohnya saja seharusnya saat awal penemuan kasus virus corona di Wuhan, Indonesia menutup pintu masuk WNA agar bisa meminimalisir adanya WNI yang terinfeksi virus, namun seolah menantang maut, pemerintah Indonesia malah menggalakkan program pariwisata di Indonesia sebagai upaya peningkatan Ekonomi yang entah untuk siapa keuntungannya.

Indonesia membutuhkan sebuah kepemimpinan yang menjadikan hajat rakyat yang utama. Sebuah kepemimpinan yang menjadikan syariat islam sebagai standar kebijakan yaitu sistem khilafah.

Dalam sistem khilafah penanganan wabah melibatkan beberapa bidang misalnya pendidikan yang menyiapkan generasi yang ahli siap pakai, kemudian sarana sarana kesehatan yang memadai dan tentu tak berbayar.

Selanjutnya adalah bagaimana pendanaan dalam sistem islam untuk memenuhi kebutuhan rakyat di kala pandemi.  Pendanaan atau APBN dalam sistem islam bersifat khas. Sumber-sumber pemasukan yang tersimpan di baitulmal berasal dari fa’i, ghanimah, anfal,kharaj, dan jizyah ada juga dari usyur, khumus, rikaz dan tambang.

Indonesia yang merupakan negeri dengan kekayaan sumber daya alam harusnya tidak kewalahan dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya di kala pandemi. Tentu hal ini hanya mampu dilakukan ketika Negara mampu melepaskan diri dari cengkraman asing. Kemudian menjadikan hukum islam sebagai pengambil keputusan kebijakan demi maslahat bersama.

Wallahu a’lam bisshowab

Penulis: Marliana febrianti

Editor: Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.