7 Desember 2022

Jakarta (ANTARA) – Imam besar / ketua harian badan pengelola mesjid Istiqlal prof KH Nasaruddin umar   mengatakan pihaknya akan mengadakan pendidikan kader ulama perempuan sebagai salah satu tindak lanjut nota kesepahaman dengan kementerian pemerdayaan perempuan dan perlindungan anak.  Jakarta, KOMPAS.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menandatangani nota kesepahaman atau memorandung of understanding (MoU) dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis masjid.

“MoU ini akan menjadi komitmen bersama dalam memberikan perlindungan perempuan dan anak. Mudah – mudahan menjadi langkah awal diwujudkan dalam konkret berikutnya, “ kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga saat memberikan sambutan pada acara penandatangan MoU yang diliputi secara daring dari jakarta, – Jumat (19/2) IHRAM.co.id.jakarta

Bintang berharap kesepakatan yang telah ditandatangani tersebut tidak hanya menjadi dokumen semata tetapi benar – benar bisa dilaksanakan. Melalui pendidikan kader ulama perempuan, Nasaruddin berharap bisa lebih banyak ulama – ulama perempuan diberbagai daerah sehingga pembacaan al quran dan penafsirannya tidak bias gender.

Dalam hal melaksanakan syariat, perempuan muslimah setara dengan laki – laki. Ia adalah pembawa misi mulia di dalam kehidupan. Suatu pandangan yang membedakan peran, kedudukan serta tanggung jawab laki – laki dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan pembangunan. Peremupuan juga bisa memberikan pengaruh positif  bagi masyarakatnya.

Mempelajari dan mengkaji al quran dan hadist perempuan dan laki – laki tidak ada perbedaan dalam mempelajari dan mengkajinya. Perempuan yang jiwanya terang dengan petunjuk al quran dan hadist, memiliki kepribadian sosial, proaktif dan mampu memberikan pengaruh positif bagi masyarakatya, sesuai dengan situasi kehidupannya, kondisi rumah tangga dan potensinya.

Dengan petunjuk al quran dan hadist, memiliki kepribadian sosial, berhati luhur, beradad mulia, bertakwa  kepada  allah, terjaga kehormatannya, dan berbuat baik menjaga keluarganya tentu perempuan juga bisa membawa perubahan bagi masyarakat, bangsa dan negara. Keluarga yang ideal merupakan awal dari kekuatan masyarakat, bangsa dan negara. Penguatan suatu keluarga yang ideal seorang perempuan sangat berperang penting dalam suatu keluarga.

Sebagaimana dalam islam perempuan muslimah diagangkat martabatnya dengan agama yang membekali dirinya dengan akhlak mulia sesuai dengan al quran dan hadist.  Islam saling menjaga dan peduli akan sesamanya senantiasa ditumbuhkan dalam keluarga yang ideal. Yang tidak hanya tinggal diam dengan masyarakat sekitarnya bangsa dan negara.

Keluarga ideal yang tercipta di bawah naungan syariat, dukungan dan kuatnya kontrol masyarakat dalam tatanan keluarga dan lingkungan agar sesuai dengan islam. Negara pun juga harus memperhatikan keadaan masyarakat dan keluarganya.

Sebagaimana yang kita dapati, gambaran keluarga yang ideal yang kita harapkan dalam kehidupan berumah tangga. Khilaf Islamiyah (pemerintahan islam), pada zamannya, telah lahir ulama dan para pemikir besar yang menjadi peletak pondasi peradaban dunia. Yang lahir dari seorang ibu dan ayah, dari keluarga yang sama – sama memiliki cita – cita memajukan agama dan umatnya.

Kita mengenal Imam Bukhari, salah satu seorang ahli hadist terbesar sepanjang masa, terlahir dalam lingkungan keluarga yang berilmu taat beragama dan wara. Ia lahir dari seorang ayah (Ismail) yang menjadi ulama besar ahli hadist, berilmu dan wara’. Diceritakan, bahwa ketika menjelang wafatnya, ia berkata : “ Dalam harta yang kumiliki tidak terdapat sedikitpun uang yang haram maupun yang subhat”. Ibunya sangar tekun dan perhatian dalam mendidikan beliau.

Hingga, ibunya mengajak beliau dan kaka sulungnya, mengunjungi berbagai kota suci, untuk menemui para tokoh dan ulama dalam rangka berguru ilmu dan hadist. Namun sekarang sudah jarang ditemukan penerapan islam secara kaffah dan hukum – hukum syariatnya tidak jarang hanya dibaikan saja.

Disinilah peran kita bersama dalam mengembalikan hukum – hukum dan syariat allah diterapkan dalam kilafah(pemerintahan islam) yang akan menaungi selulur keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Khilafah Islamiyah yang akan menerapkan sanksi yang tegas bagi berbagai kejahatan yang datang dari rapuhnya suatu keluarga.

Penulis: Sri Wahyuni| Mahasiswi

Editor: Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.