7 Desember 2022

Kasus prostitusi yang terjadi pada generasi semankin banyak mulai dari kalangan artis sampai dengan masyarakat biasa yang lebih miris sampai pada jajaran anak di bawah umur seperti yang terjadi baru-baru ini di kecamatan pankkukang makassar, beberapa Anggota Polsek telah berhasil mengungkap kasus prostitusi di Apertemen Vida View Makassar, Sabtu (20/2/2021) malam.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lintasterkini.com ada dua gadis belia yang berhasil diamankan di apartemen yang berada di Jalan Topaz Raya tersebut. Kedua wanita tersebut masing-masing berinisail NN (19) dan IC (17), ia diamankan di salah satu kamar di Apartemen Vida View usai melakukan transaksi.”mereka` sudah beberapa bulan melakukan prostitusi onlain satu kali kencang dengan pria hidung belang mereka pasang tarif Rp500 ribu hingga 1 juta” ungkap salah seorang polisi  yang di beritakan oleh tagar,id.

Di tengah perekonomian yang semakin menghimpit semakin banyak masyarakat yang lebih memilih jalan tengah untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah demi memenuhi Gaya hidup materialistik sehingga membuat sebagian masyarakat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi. Selain dari pemahaman agama yang di miliki oleh masyarakat kurang, Sistem kapitalis yang di anut juga oleh nagara ini membuat masyarakat mau tidak mau harus berusaha sendiri untuk memenuhi tuntutan hidup yang semakin tinggi.

Negara berlepas tangan dalam memberikan kehidupan yang layak untuk masyaraktnya. Selain itu Gaya hidup hedonisme semakin mencokoki pemikiran hidup para remaja, banyak para remaja yang bersaing ingin memiki barang brendet dan memiliki penampilan yang glowing singga membuat mereka berlomba-lomba untuk memenuhi gaya hidup yang semakin tinggi tersebut Inilah realita yang terjadi di dalam penerapan sistem sekuler kapitalis  yang di terapkan di negri saat ini.

Masa remaja itu adalah masa kritis di mana pada saat ini seharusnya mereka gunakan untuk  mencari jati diri yang benar agar tidak terarus pada paham-paham yang menyimpang seperti hedonis tadi namun ini membutuhkan bantuan dari berbagai pihak mulai dari kontrol indifidu dan kreluarga, masyaraka dan negara, tapi sayangnya negara malah berlepas tangan untuk membentuk generasi-generasi yang bertakwa

Dalam sistem kapitalis dia berpandangan bahwa hidup ini untuk meraih keuntungan materi yang sebesar-besarnya, atas dasar itulah pendidikan di buat mahal dan  hanya untuk mencetak pekerja murah yang nihil akhlak yang mulia, pemikiran rusak hasil dari kapitalisme seperti hedonisme dan liberalisme di biarkan berkembang subur di negeri ini melalui tayangan-tayangn media yang masif di gencarkan  serta masuknya budaya barat yang terus di genjor-genjor di negeri ini.

Hasilnya masyrakat yang di cetakpun menghasilkan pemikiran kapitalis  hedonos dan juga liberalis, orang-orang akan malu jika barang yang di milikinya tidak sebagus dengan yang di miliki oleh orang lain, jadi tidak heran jika banyak orang yang  akan berlomba-lomba mengumpulkan materi dan eksistensi, karena hal  itulah yang di hargai dalam sistem kapitalis ini, nah jadi tidak heran keluarga-keluarga yang terbnetukpun memiliki pemikiran kapitalis, sibuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya tenpa memikirkan bagaimana mendidik anak untuk mempu berakhlak dan memiliki pemahaman islam agar jauh dari pemikiran hedonis tadi.

Dalam mengatur kehidapan, islam mewajibkan negara untuk menjaga ketakwaan warga negaranya melalui sistem pendidikan islam yang berbasis akidah islam dengan begitu akan terbentuk indifidu-indifidu yang memiliki kepribadian  islam sehingga baik laki-laki dan perempuan faham antara yang benar dan salah, yang baik dan tercela dalam hubungan sosial.

Namun tidak hanya itu negara yang menerapkan aturan  islam secara sempurna juga akan menggunakan media-media untuk menjaga ketakwaan dan mengedukasi masyarakat sehingga tidak akan ada lagi pemikiran rusak yang tercokol dalam diri masyarakat seperti hedonisme dan liberal tadi. Masyarakat juga akan di kondisikan  supaya senantiasa  dalam kebaikan serta menjaga antar sesama jadi otomatis keluarga yang terbentukpun adalah keluarga yang bertakwa yang akan mencetak generasi yang bertakwa pula.

Jadi semua ini adalah tanggung jawab negara dalam mengurusi urusan masyarakat agar terbentuk masyarakan mardatun toiyiban dan  hadirnya islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan ini tidak akan terlaksana jika sistem islam  yang cemerlang ini belum di terapkan dalam kehidupan ini, oleh sebab itu wajib bagi setiap muslimin dan muslimah menghadirkan seorang kholifah atau imamah dalam institusi khilafah “barangsiapa meninggal dalam keadaan tiada baiat di pundaknya maka matinya seperti mati jahiliyah.” HR. Imam ahmad bin hambal (w. 241 H). Waallahualam.

Penulis: Uswatun Hasanah | Aktivis Dakwah Kampus

Editor: Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.