3 Oktober 2022

Penulis : Maulin Trisnaya Sakinah

Dimensi.id-Indonesia mulai mempersiapkan diri untuk masuk pada fase new normal. Fase dimana kehidupan baru dimulai perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Beberapa daerah di tanah air juga sudah memasuki fase new normal, daerah yang diizinkan untuk new normal harus memiliki empat kriteria, yaitu; Daerah harus masuk zona hijau, melaporkan penurunan jumlah kasus positif dalam dua pekan terakhir sebanyak lebih dari 50 persen, melaporkan jumlah kenaikan pasien sembuh secara berkesinambungan, dan daerah harus mencatat potensi penularan virus dari matriks R0 dan Rt kurang dari 1

Dengan adanya new normal, masyarakat diharapkan tetap melakukan protokol kesehatan untuk memutus rantai covid ini. Akan tetapi, jika dilihat dari data perkembangan wabah covid ini ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Adanya new normal justru meningkatkan perkembangan wabah ini. Jumlah positif pada wabah ini lebih banyak dibandingkan dengan pasien sembuh. Tembusnya angka positif corona yang berada di atas 1000 menunjukkan bahwasanya new normal ini perlu untuk dipertimbangkan kembali dan diterapkan nya new normal ini, bukan berarti kita harus beraktivitas

Penggunaan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menjauhi kerumunan menjadi pedoman saat ini. Pusat perbelanjaan, kuliner dan hiburan di beberapa tempat dibuka kembali dengan sudah mulai menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer dan pengecekan suhu badan sebelum masuk. Akan tetapi tak jarang pula penerapan protokol kesehatan masih minim seperti menyiapkan tempat cuci tangan namun dengan handuk yang dipakai secara bergantian

Belum lagi, baru baru ini pula ditengah pandemi tren gowes sedang naik daun, dimana bersepeda adalah salah satu gaya hidup sehat yang sangat populer, tapi sangat disayangkan tidak sedikit dari pesepeda yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker di saat bersepeda

.

Memang ada konsekuensi yang di dapat dengan di terapkannya new normal  ini, di sisi positifnya, ekonomi kehidupan masyarakat mulai membaik, masyarakat dapat kembali bekerja dengan mendisiplinkan protocol kesehatan, dan mencegah banyaknya pengangguran di perusahaan yang mulai bangkrut. Sedangkan pada sisi negatifnya, kasus covid-19 yang bakal melonjak. Dengan begitu, sebaiknya pemerintah untuk lebih lagi dalam pemeriksaan, ketegasan, dan evaluasi di tempat-tempat yang rentan.

Pemerintah jangan sampai lalai, wabah ini mengancam kehidupan. Dan juga sebaiknya Kita sebagai masyarakat yang baik harus tetap mengikuti aturan penerapan new normal ini.  kita tidak boleh meremehkan aturan aturan ini. masyarakat benar benar harus sadar dan mengetahui pentingnya mengenai new normal ini agar kita paham bahwa protocol kesehatan itu bukan sekedar di buat,bukan sekedar peraturan, melainkan itu bentuk kepedulian pada diri kita sendiri dan orang lain.

Kita sebagai masyarakat haruslah terbiasa dengan adaptasi baru ini agar kehidupan new normal ini dapat terealisasikan dengan baik. Di sisi lain pula banyak yang tak mengindahkan aturan tersebut. Pemerintah pun sudah melakukan sanksi bagi pelanggar yang tak menggunakan masker seperti menyapu jalan, push up, mengumpulkan sampah dan lain sebagainya, akan tetapi sanksi yang diberikan tak menimbulkan efek jera untuk sebagian orang

Untuk menjalankan program new normal yang sepenuhnya perlu adanya kontribusi dari semua pihak, baik pihak pemerintah ataupun pihak masyarakat. Pihak pemerintahpun seharusnya juga memberikan sosialisasi terkait hidup bersih dan sehat bukan sekedar memberikan hukuman saja dan sebaliknya dari pihak masyarakat juga harusnya lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: