30 September 2022

Penulis : Sri Wahyuni Dalimunthe

Dimensi.id-Mendengar kata matematika sudah bukan hal yang asing bagi siswa. Tapi, apa sebenarnya yang terlintas dibenak siswa ketika mendengar kata tersebut? Sulit, menghitung, abstrak, pusing, dan lain sebagainya. Berbicara tentang matematika juga merupakan berbicara tentang belajar yang hanya menyangkut kognitif saja tanpa ada sangkutannya dengan moral dan karakter religius.

Ya, begitulah menurut mereka yang beranggapan bahwa matematika hanya sekedar ilmu menghitung dan penambah wawasan saja. Ternyata, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Matematika juga bisa meningkatkan karakter religiusitas seseorang yang tentunya dapat memperbaiki karakter seseorang.

Krisis moral yang kini bukan hanya melanda mereka yang non terpelajar melainkan mereka yang terpelajar juga. Tidak jarang terjadi kasus-kasus di kalangan pelajar yang merundung gurunya dan menuntut gurunya hanya karena memberikan hukuman untuk kebaikan siswanya. Hal ini menunjukkan gagalnya pendidikan dalam mencetak generasi penerus bangsa dalam hal menanamkan nilai-nilai karakter.

Memberikan pembelajaran-pembelajaran yang bersifat religius merupakan salah satu bentuk upaya untuk mengatasi degradasi moral tersebut. Tetapi pembelajaran saat ini hanya fokus dalam memberikan pemahaman kognitif saja. Tentu hal ini  menjadi salah satu faktor dari terjadinya berbagai permsalahan-permasalahan tersebut. Seperti halnya matematika yang dipandang sebagai pelajaran yang bersifat abstrak dan tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika ditelusuri ternyata matematika juga memiliki peran dalam menanamkan dan meningkatkan nilai-nilai karakter religius bagi siswa. Untuk mengetahui hal tersebut maka yang pertama dilakukan yaitu mengungkap makna dalam simbol-simbol matematika. Sehingga, pembahasan ini dapat mendeskripsikan model-model pembelajaran yang dapat meningkatkan dan membangun karakter religius siswa.

UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa/peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Nah dari UU tersebut dapat dinyatakan bahwa generasi bangsa Indonesia bukan hanya dididik untuk menjadi generasi untuk pintar dan cerdas melainkan harus memiliki karakter yang baik dan berakhlak mulia.

Sebagai pelajaran yang dianggap sulit, ternyata matematika bisa disajikan dengan mengembangkan materi. Adapun pengembangan materi yang dilakukan yaitu dengan mengaitkan matematika dengan nilai-nilai karakter religius. Sehingga, dengan mengambil langkah tersebut diharapkan dapat membangun karakter islami siswa dan membangun kepercayaan diri serta memotivasi siswa dalam pembelajaran matematika.

Dalam matematika pastinya siswa mempelajari tentang garis bilangan. Akan tetapi, hal apa yang dapat diambil dan dikaitkan dengan pendidikan karakter religiusitas melalui pembelajaran tersebut masih jarang diketahui oleh siswa. Ternyata, garis bilangan yang terdiri dari bilangan negatif, bilangan nol, dan bilangan positif dapat dikaitkan dengan karakter religius.

Seorang siswa biasanya hanya mengetahui bahwa pada garis bilangan bulat semakin ke kiri maka nilai akan semakin kecil begitu sebaliknya. Jika dikaitkan dengan religiusitas ternyata dari garis bilangan tersebut terdiri dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat  seseorang akan bernilai negatif sedangkan amal sholeh akan bernilai positif.

Sehingga, seseorang akan semakin tinggi derajatnya jika ia memiliki banyak amal sholeh dan akan semakin rendah derajatnya jika memiliki banyak kesalahan-kesalahan dalam berbuat yang akan menurunkan derajatnya di sisi Allah swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt sebagai berikut.

… اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَاللهِ اَتْقكُمْ اِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti. (QS. Al-Hujurat [49] : 13)

Dengan dikembangkannya pembelajaran matematika ini dan mengaitkannya dengan pendidikan karakter religius tentu akan membangun generasi berakhlak mulia. Tentunya dengan metode ini juga akan memudahkan siswa untuk memahami matematika itu sendiri. Sehingga, dari sinilah dapat dikatakan bahwa ternyata matematika bukan hanya membahas tentang pemahaman kognitif saja tetapi dapat juga meningkatkan karakter religiusitas siwa.

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: