3 Oktober 2022

Penulis : Al Azizy Revolusi (Editor dan Kontributor Media)

Dimensi.id-Sebulan yang lalu, saat panas-panasnya penolakan terhadap RUU HIP, yakni karena tidak dimasukkanya TAP MPRS tahun 1966 tentang pelarangan ajaran PKI, Hasto Kristianto selaku Sekjen PDIP menyatakan persetujuan memasukkan atas larangan terhadap Komunisme dan Marxisme. Termasuk larangan terhadap bentuk Khilafahisme.

Kemarin (10/7), beredar video ikrar Sumpah anggota DPRD Cirebon yang sempat meyebut paham Khilafah sebagai salah satu yang harus dihindari.

Meski kemudian diralat dan dihapus, isi ikrar dan pernyataan sekjen PDIP tersebut menyuratkan upaya menyamakan Komunisme dan Khilafah (baca: Islam) sebagai musuh yang sama. Bagi siapa? Tentu saja bagi Kapitalisme Sekuler.

Karena pada dasarnya, ketiga Ideologi dunia itu saling berebut pengaruh untuk mendominasi dunia. Komunisme adalah musuh dari Kapitalisme. Begitu pula Islam, musuh Kapitalisme dan Komunisme.

Saat ini dunia sedang didominasi oleh ideologi Kapitalisme, walau kini sedang terseok akibat pandemi. Namun sebagai sebuah ideologi, Kapitalisme masih mencoba bertahan untuk tetap menguasai dunia.

Di sisi lain, Komunisme kini sedang membangun kekuatan untuk bangkit kembali. Sejak diruntuhkannya Uni Soviet pada awal 90-an, para Komunis selalu mencari celah untuk bisa menunjukkan diri. Di era milenial, Cina adalah representasi Komunis yang diperhitungkan dunia.

Para kapitalis pun menyadari bahwa Cina adalah bahaya laten bagi mereka, namun Islam lebih menakutkan. Sebab Cina masih bercorak kapitalistik meski sudah menjadi rahasia umum bahwa Komunisme adalah ideologi yang diembannya. Tetapi Islam adalah mimpi buruk bagi Kapitalisme. Apabila dibiarkan, akan mengubur ideologi mereka ke dalam sampah peradaban.

Oleh karena itu, upaya menjadikan Islam sebagai ancaman selalu ada hingga hari ini. Menyamakan ajaran Khilafah dengan Komunisme adalah salah satu langkah para kapitalis untuk menjegal kebangkitan Islam. Tapi kaum Muslim tak akan tertipu dengan niat busuk mereka.

Terbukti pada agenda ikrar anggota DPRD Cirebon, kata Khilafah yang hendak disejajarkan dengan Komunisme sebagai ancaman, akhirnya diubah dan dihapuskan. Alhamdulillah.

Maha benar Allah dengan firman-Nya:

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya. Dialah Yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) dan agama yang benar untuk Dia menangkan atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS at-Taubah: 32-33)

Inilah janji Allah. Islam akan tampil sebagai pemenang. Ideologi Islam akan melumat habis ideologi Kapitalisme dan Komunisme. Meski mereka berupaya sekuat tenaga untuk menghalanginya, Allah akan tetap menyempurnakan cahaya Islam dan memenangkan agama-Nya. Persoalannya, ada di pihak manakah kita? Islam, Kapitalisme, atau Komunisme? Wallahua’lam bish-shawab.

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: