30 September 2022

Penulis : Sumiati | Praktisi Pendidikan dan Member Akademi Menulis Kreatif

Dimensi.id-Dari hari ke hari, kaum muda Indonesia makin kehilangan sosok teladan. Sehingga pada masa pencarian teladan mereka, seringkali salah langkah. Terjerembab dunia hitam sering menjadi akhir sebuah pencarian teladan.

Dilansir oleh WowKeren,  YouTuber Ferdian Paleka sempat menimbulkan kontroversi saat ia membuat prank di Bulan Suci Ramadan. Kala itu, Ferdian bersama rekan-rekannya membagikan sembako berisi sampah kepada para transpuan atau waria di Bandung, Jawa Barat.

Meski sempat buron, Ferdian akhirnya ditangkap polisi dan ditahan selama beberapa minggu di Mapolrestabes Bandung. Namun Ferdian akhirnya dibebaskan setelah para korban mencabut laporan mereka. Ferdian pun mengungkapkan penyesalan serta meminta maaf kepada masyarakat.

Usai bebas, Ferdian belum lama ini ternyata diundang bertemu dengan Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan. Dalam kesempatan tersebut, Gunawan menyambut hangat Ferdian serta memujinya sebagai anak muda berbakat. “Saya menyambut kedatangan anak-anak muda yang penuh bakat ini, karena tujuannya untuk meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Bandung. Jika Allah saja bisa memaafkan hambanya, kenapa kita tidak?” ucap Gun Gun dilansir Pikiran Rakyat pada Selasa (09/06/2020).

Ungkapan Wabup ini tentu membuat masyarakat tercengang. Karena seorang yang sudah melakukan prank, membuat resah masyarakat dikatakan sebagai anak muda berbakat. Masyarakat cerdas tentu akan mengatakan, berbakat menipu? Kini dihormati hingga diundang Wabup, sang penipu berakhlak buruk ini akan besar kepala. Ulah buruknya hingga ia masuk penjara tidak akan membuat jera. Yang ada ia bangga dengan ulahnya. Terlebih diapresiasi oleh pejabat. Akankah ia pun nantinya berada bersama barisan pejabat? Memimpin negeri ini. Sudah bisa dibayangkan rusaknya negeri ini, karena seorang yang berprilaku buruk dijadikan sebagai teladan.

Sikap Wabup tentu tidak terpuji. Ketika mengapresiasi pelaku keburukan. Di negeri ini masih terlalu banyak anak muda yang berbakat sungguhan. Yang seharusnya diapresiasi prestasinya. Namun, inilah negeri Indonesia, banyak orang-orang pentingnya lebih suka dengan penjahat ketimbang masyarakat salehnya. Kondisi ini, makin menyurutkan rasa empati masyarakat kepada pejabat negara. Terkikis sudah percayanya, karena ulah yang keluar dari fitrah. Inilah pejabat didikan kapitalis demokrasi. Menentukan anak muda teladan yang berbakat pun tidak tepat.

Bagaimana pemuda berbakat dalam pandangan Islam?

Salah satu pemuda shalih yang wajib dijadikan teladan bagi umat Islam adalah Uwais Al-Qarni. Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah saw. pernah bersabda bahwa tabi’in terbaik ialah yang bernama Uwais Al-Qarni.

Nama itu, meski tidak terkenal di bumi, namun terkenal di langit dan di antara semua malaikat Allah.

Lantas, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni?

Keteladanan Uwais Al-Qarni, Nama yang Tidak Terkenal di Bumi tapi Bergema di Langit.

Dia adalah pemuda yang berasal dari negeri Yaman. Setelah mendengar cerita orang di sekelilingnya tentang Nabi Muhammad saw. ia bersama sang ibu akhirnya masuk Islam sehingga memunculkan niat agar suatu hari bisa berjumpa dengan Nabi Muhammad saw.

Kendati mengidap penyakit kulit yang sulit disembuhkan, Uwais dikenal sebagai pemuda yang sangat taat dalam beragama. Tidak hanya itu, baktinya kepada sang ibu yang menderita kelumpuhan sangat luar biasa.

Hingga pada satu ketika, Uwais meminta izin untuk mengunjungi Madinah agar bisa bertemu dengan Rasulullah saw. Sang ibu mengizinkan Uwais meski dengan berat hati ditinggalkan karena ia sedang sakit-sakitan.

Uwais pun akhirnya berangkat ke Madinah dengan memegang pesan ibunya agar lekas kembali pulang. Sesampainya di Madinah, Rasulullah saw. tidak ada di rumah karena tengah berada di medan perang. Saat itu, Uwais hanya menitipkan salam kepada Rasulullah saw. lewat istrinya, Siti Aisyah ra. Uwais yang teringat pesan ibunya untuk segera kembali akhirnya tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah saw. sampai akhir hayatnya.

Begitu berbaktinya Uwais kepada ibunya, suatu hari ia berusaha menuruti permintaan ibunya yang lumpuh agar diantar naik haji ke Makkah. Jelas, hal itu sangat berat mengingat dari Yaman ke Makkah jaraknya jauh, sementara ia seorang pemuda miskin yang tidak memiliki kendaraan.

Setelah Uwais mencari jalan keluar demi mewujudkan mimpi ibunya, ia lalu membeli seekor lembu yang ditempatkan dalam sebuah kandang di atas bukit. Setiap harinya, Uwais menggendong naik turun anak lembu tersebut sampai peliharaannya bertambah besar. Tingkah aneh Uwais itu pun memicu reaksi orang-orang sekitarnya yang menganggap bahwa dirinya sudah gila. Sebenarnya, apa yang dilakukan Uwais tersebut bukan tanpa alasan. Ia bertekad melatih otot-ototnya agar bisa menggendong ibunya sampai ke Makkah. Dan benar saja, Uwais mewujudkan keinginan ibu tercintanya ke Makkah untuk berhaji dengan menggendongnya dari tanah Yaman.

Sesampainya di depan Kabah, Uwais kemudian memanjatkan doa yang ditujukan bagi ibunya.

“Ya Allah, ampunilah semua dosa ibuku,” pinta Uwais.

Sang ibu yang keheranan kemudian bertanya, “Bagaimana dengan dosamu?”

Uwais pun menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Atas ketulusan dan cinta kepada ibunya itulah, saat itu pula Allah Swt. menyembuhkan penyakit kulit Uwais dan hanya menyisakan sedikit bercak di tengkuknya untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah Uwais Al-Qarni. Sebab, Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khatab pernah mendapat pesan dari Rasulullah agar mencari Uwais Al-Qarni dengan ciri-ciri sebuah bulatan putih di tengkuknya.

Saat itu, Rasulullah saw. berpesan kepada kedua sahabatnya itu, “Carilah ia (Uwais Al-Qarni), dan mintalah kepadanya agar memohonkan ampun untuk kalian.” (HR. Muslim)

Pesan dari Rasulullah saw. tersebut lantaran Uwais adalah sebaik-baik tabi’in yang doanya pasti akan dikabulkan Allah Swt. Bahkan di akhir hayatnya, orang-orang di Yaman berebut mengurus jenazahnya mulai dari memandikan, mensalatkan hingga menguburkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa orang-orang yang berebut itu adalah malaikat Allah yang turun ke bumi untuk mengurus jenazah Uwais Al-Qarni.

Itulah kisah sang pemuda teladan. Yang harus dikenalkan kepada generasi muda kita. Sehingga generasi muda kita tidak salah dalam memilih teladan atau menilai anak muda yang berbakat. WaAllahu a’lam bishshawab

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: