5 Oktober 2022

Penulis : Mochamad Efendi

Dimensi.id-Tentunya banyak orang sudah tahu tentang protokol kesehatan untuk menjaga diri dari terinfeksi covid-19. Tapi tidak banyak orang menerapkan protokol kesehatan dengan benar saat keluar rumah. Padahal, kesadaran masyarakat atas pentingnya melakukan protokol kesehatan saat keluar rumah satu hal yang sangat penting harus dilakukan untuk bisa menghentikan penyebaran covid-19. Kenapa banyak masyarakat melanggar protokol kesehatan ketika mereka keluar rumah?

Protokol kesehatan dilakukan bukan  muncul dari sebuah kesadaran tentang pentingnya mengikuti protokol kesehatan untuk melindungi diri dari penularan virus corona tapi lebih pada pencitraan. Bahkan terlihat banyak orang hanya sekedar melakukan protokol kesehatan sehingga hasilnyapun tidak maksimal. Penyebaran covid-19 terus melaju dengan kencang dan korban berjatuhan semakin meningkat.

Sebagai contoh pemakaian masker yang salah dengan tidak menutupi dua lobang hidungnya sering terlihat bahkan ini dilakukan oleh orang nomor satu di negeri ini dalam sebuah unggahan foto viral sedang memakai masker yang tidak benar. Ada masker yang dilepas ketika sedang berbicara secara berdekatan dengan alasan tidak nyaman dan tidak terdengar jika berbicara menggunkan masker.

Aneh masker yang digunakan untuk melindungi diri agar tidak tertular virus yang mungkin ada pada orang yang ada disekitar kita malah dilepas saat berbicara padahal kita ketahui bersama droplet yang menjadi sarana penyebaran virus bisa keluar dari mulut seseorang saat kita sedang berbicara dengan orang lain. Lalu, untuk apa memakai masker jika tidak konsisten bahkan sering dilepas saat berdekatan dengan orang lain. Masker bukanlah aksesoris seperti halnya jam tangan, tapi alat yang perlu digunakan oleh setiap orang saat mereka keluar rumah dan terpaksa berinteraksi dengan orang lain.

Aturan yang diterapkan dalam penanganan pandemi tanpa sanksi sering dianggap hanya sekedar saran atau himbauan yang tidak wajib ditaati. Anjuran sering dilanggar karena dianggap bukan kewajiban, tapi pilihan yang boleh dikakukan ataupun ditinggalkan.   Sanksi tegas diperlukan agar aturan bisa ditaati dengan membuat jera bagi yang melanggar aturan. Tanpa sanksi yang jelas, protokol kesehatan hanya sebagai anjuran sehingga akan banyak pelanggaran saat masyarakat merasa tidak nyaman dan menganggapnya tidak perlu untuk dilakukan. Banyak dari mereka yang merasa sehat enggan menggunakan masker. Mereka memakainya hanya ketika melewati check poin dan sering juga mereka tidak memakainya.

Jaga jarak yang merupakan salah satu protokol kesehatan sering dilanggar hanya karena merasa tidak enak jika berjauhan. Pemerintah juga sering memberikan contoh yang tidak baik dengan mengundang mereka saat membagi bantuan. Sering terlihat di video viral mereka berdekatan tanpa mengikuti protokol kesehatan, menjaga jarak saat antri untuk mendapatkan paket sembako.

Tempat cuci tangan sering hanya sebagai pajangan atau syarat yang harus ada di tempat fasilitas umum tapi tidak benar-benar digunakan. Apalagi jika tidak ada petugas yang mengawasi yang meminta untuk cuci tangan. Tapi semua itu hanya anjuran yang tidak bisa memaksakan kecuali jika itu muncul dari kesadaran untuk menjaga diri dari penyebaran dan penularan covid-19.

Protokol kesehatan harus dilakukan bukan karena diawasi atau untuk pencitraan. Tapi protokol kesehatan dilakukan karena tumbuhnya kesadaran pentingnya melindungi diri dan keluarga di rumah agar tetap sehat dan tidak tertular virus corona. Saat pemerintah sudah lepas tangan dan New normal mulai diberlakukan, mengikuti protokol kesehatan adalah kebutuhan agar tidak tertular virus corona yang mematikan.

Pandemi belum berhenti, tapi pemerintah sudah lepas tangan dengan dicabutnya pembatasan berskala besar karena dianggap hanya omong besar tapi tidak menghasilkan. Inilah bukti bahwa sistem kapitalis hanya memberikan solusi yang membingungkan, tidak tegas dan jelas.  Rakyat bisa bertahan hidup ataupun harus mati korban corona sudah tidak dianggap penting. Hukum seleksi alam yang berlaku yang immune kuat akan bertahan sementara yang lemah akan mati. Oleh karena itu, pentingnya menjaga diri ataupun keluarga dengan menjalankan protokol kesehatan atas kesadaran bukan pencitraan. Dan saatnya mengambil solusi Islam yang cemerlang.

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: