30 September 2022

Penulis : Ana Puspitasari (Institut Kajian Politik dan Perempuan)

Dimensi.id-Partai politik memiliki peran penting pada gerak suatu bangsa, menuju kemajuan atau sebaliknya. Nyatanya para politisi dari berbagai parpol lah yang mengisi jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan. Tanpa platform parpol tertentu seseorang mustahil memperoleh posisi penting dalam pemerintahan kemudian menjalankan tugas termasuk wewenangnya. Baik posisi penting pada level legislatif maupun eksekutif semua mensyaratkan afiliasi dengan parpol.

Namun sayang parpol hanya digunakan sebagai batu loncatan untuk mendapatkan jabatan. Faktor kedekatan dengan pimpinan partai politik lebih menentukan untuk mendapatkan jabatan bahkan tampuk kepemimpinan ketimbang kualitas seorang kader. Hal ini dikarenakan parpol di Indonesia khususnya lebih cenderung pada ketokohan dan kekayaan materi seorang individu daripada membangun sistem regenerasi yang baik dalam tubuh parpol untuk memunculkan pemimpin baru.

Begitulah kiranya sebab mengapa regenerasi secara sehat pada parpol tersumbat. Sebagaimana diberitakan dalam media massa elektronik menyebutkan bahwa : “Sebagian besar parpol di Indonesia hampir tidak ada yang regenerasi, hanya Demokrat. Lihat partai-partai lain, ada yang dua periode sampai lima periode enggak ganti. Artinya, regenerasi di parpol tersumbat, tidak berjalan dengan baik,” ujar Ujang saat dihubungi, Jumat (5/6).

Persoalan terhambatnya regenerasi pada parpol secara otomatis mempengaruhi estafet keberlanjutan pengurusan pemerintahan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Padahal regenerasi parpol adalah hal yang penting. Kenapa penting? Apabila regenerasi parpol tidak berjalan secara sehat apa yang akan terjadi?

Peran regenerasi parpol penting karena dari regenerasi inilah akan diperoleh sosok-sosok  penerus kepemimpinan dimasa depan. Sosok yang memiliki kemampuan dalam memimpin dengan kualitas baik tentunya, diperoleh dari proses pendidikan politik yang didapatkan dari parpol.

Parpol mampu mencetak calon pemimpin yang layak dan berkualitas karena parpol semisal  miniatur pemerintahan. Secara struktural dalam parpol ada pemimpin, bendahara, sekretaris, dan lainnya. Yang mana struktur parpol ini sangat mirip dengan struktur pemerintahan. Sehingga secara langsung ataupun tidak, proses yang dilakukan dalam suatu parpol akan memberikan pengalaman yang komplek yang dibutuhkan untuk membentuk kuatilas kepemimpinan yang baik dan berkualitas yang fibutuhkanbsuatu bangsa. Pengalaman yang demikian hanya bisa didapatkan dari parpol saja.

Syarat bagi parpol untuk bisa mencetak calon pemimpin masa depan yang layak dan berkualitas adalah dengan menjalankan regenerasi secara sehat. Menjalankan pergantian generasi dengan cara memberikan kesempatan pada yang muda untuk menggantikan generasi yang lebih tua dengan siklus regenerasi yang baik maka akan tumbuh pola siklus perubahan kepemimpinan yang efektif dan efisien. Secara umum pemuda itu memiliki semangat, daya juang, dan kapasitas yang lebih baik dibanding generasi yang secara usia sudah tua. Maka potensi pada pemuda ini bisa  dimaksimalkan. Begitulah kiranya cara memunculkan kader-kader muda sebagai calon pemimpin yang berkualitas untuk masa mendatang.

Jika tidak maka mustahil calon pemimpin berkulitas muncul dari parpol, yang ada malah kekosongan dari generasi pemimpin berkualitas hasil dari didikan parpol, atau bahkan memunculkan pemimpin atau pejabat yang tidak mumpuni, tidak memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam pemerintahan yang bisa menyebabkan kerusakan dan kedzaliman. inilah bahaya dari regenerasi parpol yang buruk. Bahayanya tidak sekedar dirasakan oleh parpol tetapi masyarakat luas ikut merasakan dampak buruknya.

Parpol hanya sebagai kendaraan untuk mendapatkan  jabatan dan kekuasaan dengan regenerasi buruk atau bahkan tersumbat ini memunculkan efek buruk lainnya, yaitu menyebabkan masyarakat tidak percaya pada parpol. Kebangkitan berupa perubahan kepada kondisi yang lebih baik, yang hanya bisa diperoleh dengan jalan kerja politik semakin sulit karena masyarakat memandang politik itu buruk, membuat masyarakat enggan berpolitik.

Hal demikian tidak boleh dibiarkan. Maka dari itu sangat dibutuhkan kehadiran parpol yang mampu menyadarkan dan menggerakkan masyarakat untuk bangkit. Bukan parpol yang sekedar menjadi kendaraan untuk memperoleh jabatan dan kekuasaan dengan regenerasi yang buruk atau bahkan tersumbat. Melainkan parpol shohih yang bisa membawa masyarakat menuju kebangkitan. Yaitu parpol yang memiliki ciri-ciri:

1. Berpijak pada ideologi yang shohih (benar) dan jelas.

2. Memiliki fikrah dan thariqah yang jelas

3. Tidak bersandar pada individu tertentu

Parpol yang menjalakan tugasnya berupa senantiasa konsisten memberikan pendidikan politik sehingga masyarakat sadar dan paham.  Kemudian dengan pemahaman itu masyarakat pada satu titik akan menuntut perubahan, yaitu suatu perubahan mendasar berupa perubahan sistem bukan sekedar pemimpin. Tentunya juga parpol yang menjalankan regenerasi secara sehat. Parpol yang tidak terlibat secara langsung dalam sistem melainkan memperjuangkan perubahan dari luar sistem yang ada.

Apakah parpol yang demikian sudah ada di tengah-tengah masyarakat? ada. Maka bergabunglah dan berjuang bersama untuk mewujudkan kebangkitan dengan ganti sistem bukan sekedar ganti pemimpin.Bagi yang sudah bergabung terus bejuang secara terstruktur dan sistematis sampai kemenangan terwujud atau sampai nafas terhenti. Inilah hal urgen yang sangat di butuhkan saat ini. Tugas kita bersama untuk mewujudkannya. Sebagaimana ungkapan seorang millenial sekarang saatnya berperan bukan baperan. Karena hanya ada dua pilihan berjuang atau menjadi pecundang, tentukan pilihan terbaik!

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: