3 Oktober 2022

Penulis : Wulan Febriani, S.P

Dimensi.id-Idul Fitri 1441 H kali ini adalah idul fitri yang istimewa, ada hal yang berbeda dibandingkan dengan Hari Raya Idul Fitri di Tahun tahun yang lalu, Karena umat islam di seluruh dunia merayakan idul fitri kali ini masih berada ditengah wabah covid 19. Pemerintah juga menerapkan sejumlah protocol kesehatan demi menekan penyebaran covid 19. Sholat Id yang biasanya dilakukan bersama-sama di tengah lapangan atau masjid-masjid kini harus dilakukan di rumah masing-masing.

Presiden Republik Indonesia mengungkapkan perayaan Idul Fitri tahun ini harus dirayakan dengan cara berbeda karena Indonesia sedang menghadapi pandemi virus corona. Sehingga, tradisi Lebaran seperti mudik dan bersilaturahmi tak bisa dilakukan dengan cara biasanya.

“Hari raya Idul Fitri ini kita rayakan dengan cara yang berbeda, karena menuntut pengorbanan kita semua untuk tidak mudik dan tidak dapat bersilaturahmi seperti biasanya,” ucapnya dalam keterangannya. (kumparanNEWS, Sabtu (23/5).

Ia pun berharap seluruh masyarakat bisa menerima kondisi ini, baik dalam keadaan senang maupun sedih, berlimpah atau kekurangan, sulit ataupun mudah, rumit atau sederhana.

“Jika Allah benar-benar menghendaki dan jika kita bisa menerimanya dengan ikhlas dan dalam takwa dan tawakal, sesungguhnya hal tersebut akan membuat berkah, membuahkan hikmah, membuahkan rezeki, dan juga hidayah,” ungkapnya. (TEMPO.COJakarta, Sabtu, 23/5/2020)

Wakil Presiden Republik Indonesia mengingatkan bahwa momen harus dimanfaatkan umat muslim untuk memperkuat iman dan takwa. Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan Allah SWT bahwa umat yang beriman dan bertakwa akan diberi ganjaran diberikan keberkahan.

“Kalau beriman dan bertakwa pasti Allah turunkan kesuburan, kemakmuran, keamanan, keselamatan dan dihilangkan berbagai kesulitan. Itu adalah janji Allah di dalam Al-Quran,” katanya.

Namun, Penduduk negeri ini belum sepenuhnya beriman dan bertakwa. Pemimpinnya ingkar, sistemnya sekuler, dan peran Allah sebagai pencipta dan pengatur terpinggirkan. Allah hanya ditempatkan sebatas ibadah ritual.

Apakah Penguasa saat ini sudah benar-benar memaknai ketaqwaan dalam kepemimpinannya? Sudahkan mencukupi kebutuhan rakyatnya dengan menerapkan semua petunjuk yang sudah Allah tetapkan dalam Alquran dan Sunnah?

Setiap Muslim yang mengaku beriman, tetapi lalai dalam mengamalkan perintah Allah dan Rasul-Nya itu belum bisa dikatakan sebagai orang yang bertaqwa.

Rakyat menilai pemerintah mengurus Negara ini secara acak-acakan, Kebijakan Pemerintah yang tidak tetap pada pendiriannya, mulai dari tarik ulur kebijakan kenaikan iuran BPJS, PSBB yang carut marut, hingga tarik ulur aturan mudik.

Terkait kenaikan premi BPJS, sebelumnya pemerintah telah menaikkan iuran BPJS untuk kelas 1 hingga kelas 4 per januari 2020 lalu, kemudian muncul pembatalan pembayaran premi dari MA namun kemudian Presiden memutuskan menaikkan iuran BPJS  Kesehatan untuk kelas 1 dan 2 saja, adapun untuk kelas 3 akan naik pada 2021 yang akan datang.

Terkait kebijakan PSBB, untuk menekan penyebaraan covid 19, pemerintah juga melakukan tarik ulur terkait dengan peraturan PSBB, sebelumnya Presiden menyatakan binggung, karena walupun sudah di berlakukannya PSBB namun masih banyak kasus baru covid 19 yang di temukan di berbagai daerah yang senantiasa mengalami kenaikan kasus positif, bahkan hingga hari ini penambahan jumlah kasus kian meningkat tajam di satu sisi, di kutip dari CNN Indonesia pada 3 mei lalu, MenkoPolHukam menyatakan pemerintah tengah memikiirkan relaksasi PSBB dengan alasan supaya masayarakat tak terkekang dengan PSBB yang kemudian merasa tertekan, ia mengatakan, jika tertekan dan stress imun menurun hingga masyarakat menjadi rentan. Disisi yang lain di kutip dari Viva.co.id pada 12 mei Presiden menyatakan agar daerah daerah tidak tergesa gesa melakukan pelonggaran PSBB, sebagai informasi Cuma ada 4 provinsi atau 72 kabupaten/kota yang melaksanakan aturan PSBB.

Sebelumnya foto scenario pemulihan ekonomi Indonesia juga beredar luas dan di perbincangkan di jagat maya, foto tersebut menunjukkan timeline beroperasinya kembali berbagai sektor, kementrian coordinator perekonomian menyampaikan foto yang beredar luas tersebut merupakan bagian dari kajian awal pemerintah dan menentukan kebijakan ekonomi dari pandemic covid 19, diantaranya 1 juni 2020 membuka kembali operasional industry dan jasa bisnis dengan menerapkan social distencing, pada 8 juni 2020 toko, pasar dan Mall akan diperbolehkan beropeasi kembali, pada 15 juni 2020 tempat tempat kebudayaan dan sekolah mulai dibuka kembali dengan tetap menerapkan social distancing dan beberapa penyesuaian dan pada 6 juli 2020 difokuskan pada evaluasi terhadap berbagai fasilitas seperti restoran hinga tempat-tempt ibadah.

Terkait kebijakan mudik, pemerintah juga membinggungkan masyarakat, sebelumnya mereka mengatakan bahwa mudik dan pulang kampung itu berbeda, mudik dilarang sementara pulang kampung di perbolehkan MenHub pun mengakui bahwa kebijakan ini memang memnuat binggung, dikutip dari CNN Indonesia, akhirnya pertanggal 7 Mei lalu Menhub mengatakan seluruh moda transfortasi boleh beroperasi kembali, walaupn telah banyak mendapat kritik pedas dari banyak kalangan, pemerintah tetap membuka kembali operasional seluruh moda transportasi, pasca diputuskannya kebijakan ini, bandara Soekarno Hatta langsung dipenuhi penumpang, pada 8 mei petugas bandara menemukan 11 penumpang yang dinyatakan positif covid 19, ekonom UGM mempertanyakan tujuan pemerintah jika benar akan menerapkan kebijakan tersebut. Komisi 5 DPR RI dari Praksi partai Demokrat mengatakan jika moda transportasi tetap dibuka dan diberikan kelonggaran maka penyebaran covid 19 tidak akan bisa segera terhenti.

Takwa yang diharapkan tentu takwa yang sebenarnya. Demikian sebagaimana yang juga Allah SWT tuntut atas diri kita:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenarnya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan Muslim (TQS Ali Imran [3]: 102).

Kata “taqwâ” berasal dari kata “waqâ”. Artinya melindungi. Kata tersebut kemudian digunakan untuk menunjuk pada sikap dan tindakan untuk melindungi diri dari murka dan azab Allah SWT. Caranya tentu dengan menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan demikian takwa haruslah total. Harus mewujud dalam segala aspek kehidupan. Takwa juga bukan hanya harus ada pada tataran individual saja. Takwa pun harus ada dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bahkan dalam hubungan luar negeri.

Iman dan takwa merupakan kunci keunggulan masyarakat Islam. Lihatlah, dengan iman dan takwa, Rasulullah saw. dan para Sahabat ra. mampu mengubah masyarakat Arab Jahiliah menjadi masyarakat Islam yang unggul.

Dengan Khilafah, seluruh syariah Islam dapat ditegakkan secara kaffah. Khilafah akan menjadi peradaban alternatif untuk menggantikan peradaban Barat yang sudah rapuh. Pandemi corona menyingkap dengan sangat jelas betapa rapuhnya kapitalisme global. Bahkan politisi senior Amerika Serikat, Henry Kissinger, menyatakan pandemi Corona akan mengubah tatanan dunia global selamanya.

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: