5 Oktober 2022

Penulis : Mochamad Efendi

Dimensi.id-Pandemi covid-19 membongkar rusaknya ideologi kapitalis yang tidak berpihak pada rakyat. Solusi setengah hati dan membingungkan karena tidak dilandasi keinginan mengurusi rakyat menjadikan penanganan pandemi gagal total untuk menghentikan penyebaran virus corona. Sementara, ekonomi semakin terpuruk, pembatasan sosial tidak menghasilkan apa-apa.

Semakin mempertegas kapitalis bukan solusi yang benar karena lebih mengedepankan ekonomi dari pada nyawa rakyat. Borok-borok kapitalis semakin terlihat jelas dan solusi Islam terlihat semakin cemerlang.  Kebenaran Islam semakin jelas bagi yang bisa berfikir cemerlang dan tidak ada alasan untuk mempertahankan sistem yang rusak baik kapitalis maupun sosialis.

Penanganan pandemi hanya untuk pencitraan dalam sistem kapitalis bukan benar-benar ingin mengurusi rakyat.  Banyak penanganan dilakukan sekedarnya,  hanya untuk menghabiskan dana bukan penting untuk dilakukan.  Hasilnyapun tidak seperti harapan karena semua dikerjakan setengah hati dan membingungkan.  Penyebaran covid-19 semakin tidak terkendali bahkan yang zona merah berubah menjadi zona hitam. Ngeri,  sampai kapan pandemi ini akan berhenti,  tapi pemerintah sudah memutuskan untuk memberlakukan New-Normal setelah PSBB 3 tepatnya tanggal 9 Juni 2020.

Sudah terbukti New-Normal bukan solusi tapi ketidakberdayaan rezim untuk menghadapi pandemi covid-19.  Rakyat disuruh bersahabat dan hidup berdampingan dengan Covid.  Nyawa rakyat dipertaruhkan,  seleksi alam bagi yang kuat akan bertahan hidup dan yang lemah akan mati, menjadi korban keganasan virus korona.  Penyebaran covid semakin tidak terkendali karena penangannya yang membingungkan.

Sudah saatnya umat melihat solusi  Islam bagi yang bisa berfikir cemerlang. Solusi Islam bukan solusi setengah hati dan membingunkan tapi solusi terbaik dari Yang Maha Sempurna. Dalam menangani pandemi Islam sudah memiliki pengalaman dengan cara yang tepat dan cepat untuk menangani pandemi sehingga wabah tidak berlarut dan membuat kondisi carut marut. Perekonomian semakin terpuruk pada kondisi yang semakin memburuk.

Ketika ada pendemi di suatu wilayah, Islam dengan tegas melarang kita untuk memasuki wilayah itu. Sebaliknya penduduk di wilayah yang terkena wabah tidak boleh keluar dan harus dilakukan karantina wilayah atau lockdown untuk wilayah yang terkena wabah sehingga wabah tidak meluas dan semakin sulit untuk menanganinya dalam sistem kapitalis ini.

Ketegasan dalam penanganan pandemi dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan adalah kunci sukses yang hanya ada dalam  solusi Islam yang cemerlang. Umat menyadari bahwa peraturan diterapkan untuk kebaikan mereka sehingga dengan ikhlas mereka mematuhi peraturan yang ditetapkan untuk tidak memasuki wilayah yang terkena wabah, sementara penduduk yang tinggal di daerah wabah tidak boleh keluar. Sementara aturan akan benar-benar diberlakukan secara tegas tentunya dengan sanksi yang bisa membuat orang jera dan tidak melanggar peraturan yang sudah ditetapkan.

Dengan ketegasan dari aparat dan kesadaran masyarakat yang taat pada pemimpinnya, penanganan pandemi akan lebih efektif dan cepat ditangani. Wilayah yang terkena wabah harus segera di lockdown, sementara yang tidak terkena wabah bisa melakukan aktifitas normal seperti biasa sehingga perekonomian tidak terpuruk sementara keselamatan dan nyawa rakyat menjadi prioritas utama dengan menjamin kebutuhan dasar dan pokok rakyat yang terdampak akibat pandemi dengan melockdown wilayah terdampak.

Islam memang solusi cemerlang yang tidak dipunyai dalam sistem kapitalis maupun sosialis. Islam benar-benar mengurusi dan berpihak pada rakyatnya sehingga solusi yang diambil pasti untuk kebaikan rakyat. Tapi sayangnya tidak semua rakyat menyadarinya. Masih banyak yang berfikir bahwa masalah yang dihadapi negeri ini hanya karena rezim dzalim yang tidak mampu memimpin negeri ini sehingga ide yang digulirkan hanya sebatas menggati rezim untuk menyelesaikan masalah negeri ini.

Padahal munculnya rezim dzalim yang tidak berpihak pada rakyat karena sistem rusak kapitalis yang mendorong para pemimpin untuk berebut kekuasaan sebagai tujuan mereka dalam berpolitik. Berbeda dengan sistem yang mana tujuan berpolitik adalah untuk mengurusi rakyat.

Pangkal permasalahan adalah sistem yang rusak akan menghasilkan pemimpin yang tidak perduli pada rakyatnya. Sementara rakyat juga tidak loyal dan taat pada pemimpinnya. Jikalau ada yang loyal pasti bukan datang dari kesadaran umat untuk taat pada pemimpin, tapi karena dapat secuil imbalan perhiasan dunia dengan menjilat pada penguasa atau karena ancaman yang membuatnya terpaksa taat pada seorang pemimpin. Marilah kembali pada solusi Islam untuk menyelesaikan semua permasalahan hidup dengan cemerlang.

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: