3 Oktober 2022

 

Penulis : Mochamad Efendi

Dimensi.id-Semua orang yang tumbuh normal dengan kemampuan berbahasa lisan, dia juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan ide-idenya lewat tulisan.  Artinya selama dia bisa berbicara secara lisan dan memiliki kemampuan baca tulis sejak sekolah dasar,  berarti dia sudah punya potensi untuk menjadi penulis.  Awalnya harus dipaksa agar  menjadi kebiasaan seperti halnya seseorang menggunakan bahasa lisan.  Namun,  tidak mudah menjaga ghiroh menulis agar terus menyala.  Sering titik jenuh membuat penulis berhenti dan tidak lagi produktif menghasilkan karya tulis untuk menginspirasi umat.  Disinilah akan disampaikan beberapa tips agar ghiroh menulis terus menyala.

Pertama,  luruskan niat karena Allah dalam menulis. Hanya niat ikhlas yang akan bisa menjaga semangat menulis tetap menyala.  Pujian atau materi tidak akan bertahan lama.  Pujian atau jempol akan banyak kita terima saat kita baru pertama kali mampu untuk membuat tulisan yang layak untuk diposting.  Namun perlahan saat menulis sudah menjadi kebiasaan pujian atau apresiasi mulai menghilang. Jika materi menjadi tujuan,  menulis akan berhenti jika tidak menguntungkan dan dapat bayaran.  Dan sangat berbahaya penulis semacam ini akan kehilangan idealismenya karena dia menulis sesuai keinginan atau ide yang membayar. 

Kedua, bergabung dalam komunitas yang suka menulis agar bisa saling menyemangati untuk terus menulis. Tentunya kita harus memilih komunitas menulis yang punya idealisme untuk memperjuangkan Islam.  Saat kita bosan atau mulai jenuh,  teman-teman dalam satu komunitas akan mengingatkan dan memberi semangat agar tidak berhenti menulis.  Bisa jadi diskusi dengan mereka akan muncul ide dan semangat menulis agar terus menyala. 

Ketiga,  membuat target dan jangan memutuskan berhenti menulis meskipun kamu sedang sibuk  dan banyak pekerjaan.  Pasti disela-sela kesibukanmu ada waktu luang yang bisa digunakan untuk menulis. Jangan berfikir gak punya waktu untuk menulis karena pikiran itu hanya akan memadamkan semangatmu untuk terus menulis.   Waktu istirahat atau menunggu seseorang meskipun hanya 15 menit bisa sangat berharga untuk mengalirkan ide atau gagasan yang ada dalam kepalamu.  Tidak masalah meskipun hanya satu paragraf bahkan jika hanya satu kalimat ataupun satu kata.  Tidak ada waktu sia-sia jika kita suka menulis. Kamu bisa lanjutkan tulisanmu saat lagi santai dan punya waktu luang.  Gunakan applikasi di HPmu sehingga memudahkanmu untuk membukanya dan mulai menulis jika tiba-tiba ada ide muncul yang perlu diikat dalam tulisan.  Sebelum tidur usahakan kamu sudah punya ide yang bisa ditulis esok hari.  Ini menjadi target untuk menyelesaikan satu tulisan dari pagi sampai malam sebelum tidur.  Kamu bisa buat target satu hari satu tulisan yang bisa diselesaikan disela-sela waktu luangmu.  Namun jika tidak bisa paling sedikit satu minggu harus ada satu tulisan yang bisa diselesaikan dan siap untuk diposting untuk menginspirasi umat.  Semakin lama kamu tidak menulis,  ghiroh menulis akan meredup dan sulit untuk menyalakan kembali saat sudah padam.  

Keempat,  menyadari banyak manfaat yang bisa dipetik dari menulis.  Dengan mengetahui manfaat menulis,  kita diharapkan bisa terdorong untuk menjaga kebiasaan menulis. Kita harus tahu menulis tidak hanya membawa kebaikan bagi penulis tapi juga bagi orang lain yang membaca tulisan kita.

Tentunya dengan menulis kita akan terdorong untuk membaca,  sehingga akan membuat penulis lebih cerdas karena pengetahuannya lebih luas. Menulis juga akan mengajarkan kita untuk merangkai kata-kata dan menyusun ide agar lebih mudah dipahami oleh orang lain.  Kitapun menjadi lebih peka terhadap fenomena yang ada disekitar kita dan bisa membedakan antara fakta dan hoax,  sehingga kita tidak mudah terprovokasi arus informasi yang terkadang menipu.  Menulis membuat kita tidak mudah lupa karena fikiran kita terlatih untuk bekerja merespon setiap kejadian dan bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya.  Kitapun bisa menjadi lebih bijak dalam menyikapi setiap masalah. Dengan menulis,  tidak ada waktu yang terbuang percuma karena setiap detik waktu sangat berguna untuk menyelesaikan satu tulisan.  Dan kitapun harus yaking dengan menulis kita menciptakan mesin pahala dari orang-orang yang terinspirasi setelah membaca tulisan kita  dan mau berubah mengikuti petunjuk ajaran Islam secara kaffah.  Mesin pahala itu akan terus mengalirkan pahala jariyah meskipun kita sudah tidak lagi hidup di dunia ini.  Tulisan kita akan tersimpan dan setiap saat orang bisa dengan mengunduh dan membacanya. Saat kita sudah mati tidak ada yang bisa menolong kita kecuali amalan kita dan jejak-jejak kebaikan yang sudah menginspirasi banyak orang untuk berubah menjadi lebih baik dengan mengikuti petunjuk kebenaran Islam.

Jadi tidak ada alasan berhenti menulis.  Ayo,  teruslah menulis untuk menginspirasi umat agar lebih banyak orang yang tersadarkan dengan kebenaran Islam. Dengan terus menulis, tidak hanya diri penulis yang bisa memetik manfaat tapi juga karya kita bisa membawa kebaikan bagi orang lain. Ghiroh menulis harus kita jaga agar terus menyala dan semoga tips diatas bisa membuatmu istiqomah menulis dengan idealismu untuk menyampaikan ide-ide Islami agar lebih banyak tersandarkan dan mau berislam secara kaffah. [S]

Editor : azkabaik

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: