5 Oktober 2022

Penulis : Bella Ummu Alliwa

Dimensi.id-Kurang lebih dua bulan sudah seluruh pelajar dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi harus menjalani proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah tersebarnya wabah covid-19 di Indonesia.

Meskipun menjalani proses pembelajaran jarak jauh bukanlah hal yang mudah bagi para pelajar sebagai peserta didik, orang tua, dan juga para guru serta dosen sebagai tenaga pendidik, namun hal tersebut harus tetap dipatuhi sebagai salah satu upaya untuk menghentikan laju penyebaran virus covid-19 di masyarakat.

Sayangnya, penerapan sistem kapitalis sekuler dalam kehidupan telah membuat upaya tersebut tidak bersinergi dengan aturan di bidang kehidupan lainnya. Sebagai contoh, disaat kementerian pendidikan memutuskan seluruh pelajar belajar di rumah, menteri perhubungan justru membuka akses untuk tetap mengizinkan beroperasinya moda transportasi dalam dan luar negeri, sehingga tidak sedikit orang yang lalu lalang keluar masuk wilayah Indonesia.

Bahkan, pada saat PSBB diterapkan sekalipun, nyatanya pemerintah tak cukup kuasa untuk sekedar menutup sementara swalayan besar yang notabene milik asing maupun aseng yang dipadati pengunjung. Hal tersebut tentu menunjukkan ketidak seriusan pemerintah dalam melindungi keselamatan masyarakat serta menangani covid-19.

Disaat kondisi pandemi masih belum tuntas, Kemendikbud melalui Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan rencanya untuk membuka kembali Sekolah pada pertengahan Juli mendatang. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan kondisi sosial ekonomi.

Sayangnya, meski nantinya kegiatan sekolah akan menggunakan protokol kesehatan di area institusi pendidikan yang sudah ditentukan pemerintah dan diwajibkan memakai masker, namun hal tersebut tentu masih berbahaya bagi masyarakat. Hal itu dikarenakan sampai saat ini tidak ada upaya serius untuk memastikan bahwa virus covid-19 tidak lagi menyebar dan mereka yang terinfeksi sudah diisolasi. Faktanya, untuk sekedar memastikan siapa saja yang terinfeksi (melalui tes masal dan PCR) saja belum bisa dilakukan secara merata. Alasannya pun klasik, yakni kekurangan alat.

Dalam kondisi virus corona yang mewabah dan belum mampu ditekan seperti saat ini, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang merupakan salah satu orang kepercayaan rezim malah begitu perhatian pada kepentingan investor dibandingkan keselamatan rakyat. Dia mengatakan proyek-proyek yang akan dibangun, harus tetap berjalan sehingga investasi di Indonesia bisa tetap berlangsung. Dia menyebut, investasi China di Indonesia yang sekitar US$ 11 miliar sudah bisa mulai dijalankan.

Selanjutnya, investasi dari Abu Dhabi dengan nilai US$ 8,9 miliar juga masih terus berjalan. Luhut juga menyebut, rencana investasi pengusaha Australia, Andrew Forrest yang akan membangun pembangkit listrik tenaga air (hydro power) di Indonesia.

Menurut dia, rencana investasi tersebut akan berlangsung. “Kemudian dari Australia, Andrew Forest, hydro power itu tetap jalan. Over all oke, tetapi slow down dalam eksekusinya,” katanya.

Tak hanya itu, Luhut juga memastikan proyek mobil listrik Hyundai di Karawang, yang rencananya akan melakukan ground breaking pada April mendatang, masih tetap terjadwal. (kontan.co.id, 17/03/2020). Inilah watak rezim Ruwaibidhah yang mengadopsi sistem kapitalisme dimana setiap kebijakan selalu mengedepankan kepentingan kapitalis (pebisnis) sementara jiwa rakyat menjadi korban abainya rezim.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan sistem kepemimpinan Islam dimana Islam dalam naungan Khilafah akan membuat kebijakan yang menyegerakan penanganan wabah (menghentikan penularan) dan pemulihan kondisi bisa dilakukan setelah situasi terkendali.

Begitupun dari segi pendidikan, pemerintahan Islam tentu akan teliti dan hati-hati dalam menentukan kapan sarana dan fasilitas pendidikan kembali dibuka untuk umum. Oleh karena itu, sudah cukuplah kita menjalani kehidupan tanpa adanya Islam dalam aturan sehari-hari. Inilah saatnya kita kembali pada SyariatNya agar rahmatan lil ‘alamin dapat kembali dirasakan oleh masyarakat di seluruh penjuru dunia. [S]

Editor : azkabaik

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: