3 Oktober 2022

Penulis : Aliifah

Dimensi.id-Segala bentuk pertentangan terhadap Syariat Islam sudah ada sejak awal Daulah Islam didirikan. Bahkan sampai saat ini ketika tak ada lagi daulah Islam, negara kafir penjajah tetap merasa khawatir dan selalu berupaya untuk terus mempertahankan eksistensi di negeri-negeri jajahannya.

Ketika kafir penjajah mulai memahami bahwa umat di dalam daulah tidak bisa dikalahkan melalui serangan fisik, mereka mengubah haluan dengan mengalahkannya melalui pemikiran. Masuknya tsaqofah asing ke dalam Daulah Islam, Bahasa Arab yang mulai ditinggalakan, serta ditutupnya pintu ijtihad menajdi alarm kesuksesan kafir penjajah menembus jantung pertahanan Daulah Islam dan menjadi keterpurukan bagi Daulah Islam

Tepat 3 Maret 1924, khilafah diruntuhkan dengan konspirasi barat melalui tangan Mustafa Kemal Attaturk laknatullah. Mulai saat itulah keterpurukan kaum muslim bermula. Tidak adanya lagi solusi yang bersumber dari syariat, bahkan Syariat Islam diabaikan dan direndahkan sebagai hukum yang tak lagi kompitabel untuk mengatur kehidupan saat ini. Runtuhnya Daulah Islam sebagai perisai umat saat ini tak ada lagi.

Individu dan keluarga dipaksa melindungi dirinya sendiri dalam menghadapi kehidupan di tengah-tengah sistem sekuler-kapitalis yang rusak lagi merusak. Cara pandang dan penyelesaian problematika tak lagi berdasar atas perspektif Islam yang pasti, namun atas perspektif kapitalis yang semu dan penuh kepalsuan.

Atas iming-iming harta dan kekuasaan Syariat Islam dinomor sekiankan oleh aturan yang dibuat manusia yang jauh dari kata sempurna. Manusia dengan angkuhnya menaikkan dagu menantang aturan sang pencipta. Menuhankan akal mereka yang jelas lemah dan terbatas.

Kegagalan sistem sekular-kapitalis dalam menyelesaikan problematika tidak membuahkan hasil. Justru yang dilakukan adalah kembali memojokkan kaum muslim dari berbagai sisi. Bahkan saat ini negara kafir penajajah membuat persoalan perempuan dan generasi penerus berada dalam posisi krisis. Serta posisi keluarga sebagai benteng terakhir dalam melindungi generasi penerus semakin dilemahkan.

Pelemahan keluarga sebagai inti penggugus peradaban bahkan direkayasa untuk dihancurkan. Negara kafir penjajah dengan segala ambisinya melakukan berbagai macam daya upaya mengahancurkan keluarga terkhusus keluarga muslim.

Melihat celah keluarga sebagai sumber dan tempat penanaman serta praktik Islam, mereka menyuntik keluarga muslim dengan qiyadah fikriyah sekuler yang jelas bertentangan dengan Islam. Pandangan terhadap nilai kebahagian, kesuksesan, bahkan masalah berubah sesuai dengan pandangan kapitalisme barat.

Lemahnya porteksi keluarga tentu karena tidak adanya Daulah Islamdan Khalifah sebagai perisai bagi seluruh umat. Tak ada lagi kepemimpinan global yang bertanggung jawab penuh berdasar atas Syariat Islam, hukum-hukum sang pencipta. Aturan pencipta ditempatkan di tempat-temat keagamaan, sedangkan aturan manusia dipertuhankan untuk melayani nafsu para pemilik modal.

Penjagaan penuh atas keluarga dan perempuan dibawah Daulah Islam adalah sebuah keniscayaan. Menjadikan keluarga dengan visi langit, menuntun generasi penerus menjadi generasi emas nan gemilang seperti 96 tahun lalu adalah sebuah kepastian jika dibawah naungan Daulah Islam.

Sebagaimana sejarah mencatat, ketika Islam berjaya, melalaui keluarga yang bervisi langit muncullah anak-anak emas yang tak hanya ahli dalam bidang professional dan teknisi tapi juga ahli dalam agama. Kejeniusan akal mereka tak berdiri dengan keangkuhan dan keegoisan. Namun mereka sandarkan kepada Allah sebagai pencipta dan pengatur segala urusan.

Kewajiban menegakkan kembali Islam di muka bumi adalah bentuk amar ma’ruf nahyi munkar yang menjadi kewajiban penuh atas setiap muslim. Maka atas dasar inilah seluruh umat memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan kembali kehidupan Islam.

Menjadikan entitas khilafah sebagai urgensitas perjuangan yang hakiki. Bersam-sama berjuang mendorong terwujudnya Khilafah Islamiyah yang sesuai dengan manhaj kenabian untuk diterapkannya Islam atas seluruh dunia. [S]

Editor : azkabaik

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: