5 Oktober 2022

Penulis : Aldzikratul Rachma (Pegiat Opini dan Literasi)

Pada kesempatan ini dibulan yang penuh berkah. Kami kembali mengingatkan kepada seluruh kaum Muslimin bahwa khilafah begitu penting untuk ditegakkan ditengah-tengah umat. Apalagi kita melihat kondisi umat saat ini, maka hanya dengan adanya khilafah segala problematika umat akan teratasi dengan tuntas.

Bisa dibayangkan, kalau saja khilafah terdahulu tidak diruntuhkan oleh seorang pengkhianat Mustafa Kemal Attaturk beserta anteknya, pasti saja umat tidak akan terombang-ambing pun tak akan bingung menghadapi berbagai problematika pada saat ini, terutama wabah yang kini meresehkan. Sebab pemerintah abai dan tak serius melakukan pencegahan wabah tersebut.

Jika memang pemerintah serius melakukan pencegahan pada virus tersebut, maka pasti saja pemerintah akan menutup akses, agar TKA tidak lagi lalu-lalang memasuki tanah air. Namun faktanya bahwa pemerintah masih memberi izin adanya TKA yang masuk di Indonesia.

Sementara kita ketahui bersama bahwa virus tersebut begitu cepat penularannya. Jika total kasus pertama kali masuk di Indonesia hanya berjumlah dua orang, sekarang total kasus yang berada di Indonesia telah mencapai 17.025 kasus positif. Sementara yang meninggal sudah mencapai 1.089 orang pada 20 mei 2020.

Jika dari awal pemerintah serius melakukan pencegahan agar virus tersebut tidak menyebar, maka pasti saja virus tersebut hanya akan berhenti pada dua kasus tersebut. Namun sayang sekali, pemerintah acuh tak acuh dan mengaggap enteng dengan virus ini. Entahlah, apakah ada unsur kesengajaan untuk mengurangi populasi penduduk atau ada hal lain.

Pada intinya dalam keadaan saat ini, jika khilafah masih ada maka sang khalifah tidak akan diam saja. Sebab wabah juga sudah pernah terjadi di Syam pada masa khalifah Umar bin Khatab, namun dengan penanganan yang serius maka wabah itupun segera punah dan tidak  menyebar ke wilayah-wilayah. Sebab sang khalifah segera melakukan lockdown pada tempat yang terdampak virus.

Begitu mulianya umat ketika berada di bawah naungan khilafah. Oleh karena itu, pentingnya bagi kita untuk segera memperjuangkan kembalinya khilafah Islamiyah yang telah diruntuhkan oleh antek Inggris.

Marilah kita berkaca pada masa para sahabat Nabi. Ketika mendegar kabar bahwa Rasulullah saw telah wafat, di mana saat itu Rasulullah saw sebagai sseorang Nabi dan juga seorang khalifah, maka para sahabat yang mulia segera menyibukkan diri di Saqifah Bani Saidah, di mana mereka melakukan perindungan untuk segera mencari pegganti Nabi saw untuk dibaiat menjadi seorang khalifah.

Sementara kita ketahui bersama, bahwa pada saat itu jenazah Rasulullah belum dimakamkan. Namun para sahabat lebih mendahulukan mencari pengganti Rasulullah terlebih dahulu. Dari situlah kita bisa melihat, bahwa begitu pentingnya adanya seorang khalifah di tengah-tengah umat. Sebab dengan tak adanya khalifah maka umat akan terpecah-belah serta terombang-ambing dan kesulitan menghadapi segala permasalahan. Lalu mengapa kita masih enggan untuk menegakkan khilafah?

Kini lihatlah keadaan kaum Muslimin saat ini, sudah telah puluhan tahun kita hidup tanpa seorang junnah (perisai), dan perisai itu ialah khalifah. Sementara syariat membolehkan kita hidup tanpa khalifah dengan tenggang waktu tiga hari tiga malam saja. Tapi kini kaum muslimin sudah bertahun-tahun hidup tanpa seorang khalifah.

Maka tak heran, jika berbagai problematika umat yang terjadi saat ini tak dapat teratasi dengan tuntas. Sebab hanya khilafah yang mampu mengatasi segalanya atas pertolongan Allah. Karena daulah khilafah bukan hanya sekedar Nizham al-Hukm (sistem pemerintahan). Namun daualah khilafah juga berfungsi sebagai al-haris li al-aqidah (penjaga bagi akidah), munaffidz asy-syaria’ah (pelaksana syariah), muqim ad-din (penegak agama), muwahhid al-muslimin (penyatu seluruh kaum muslimin) dan al-hami li bilad al-muslimin (penjaga negeri-negeri kaum muslimin), darah, harta, kehormatan, nyawa dan cita-cita mereka.

Dalam hal demikian, tidak hanya berlaku bagi umat Muslim. Namun juga berlaku pada non Muslim yang berstatus sebagai kafir dzimi. Kafir dzimi ialah mereka yang tinggal di bawah naungan khalifah, patuh atas segala hukum yang telah ditetapkan di dalam daulah Islam tanpa melakukan pengkhianatan.

Oleh sebab itu, maka sekali lagi marilah kita bersama berjuang meneggakan khilafah. Bersama meneggakan syariatNya. Karena hanya khilafah lah satu-satunya sistem terbaik yang bisa membawa kesejahteraan bagi seluruh umat.

TAKBIR..

ALLAHU AKBAR 3X..

Wallahu ‘Alam bis-Shawab!

Editor : azkabaik

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: