3 Oktober 2022

Penulis : Siti Hartinah Ode (The Voice of Muslimah Papua Barat)

Dimensi.id-Apa itu pemuda? Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah anak muda, remaja. Sosok pemuda sangat identik dengan kata-kata yang menggambarkan perasaan semangat yang menggebu-gebu, juga identik dengan suasana perjuangan untuk meraih atau mewujudkan impian terbaik.

Menurut  Dr Yusuf Qardhawi, jika diibaratkan matahari maka usia muda sama halnya dengan pukul 12.00 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas. Bisa kita bayangkan bagaimana matahari dijam 12.00 siang yang memiliki sengatan panas. Panasnya mampu menembus kulit manusia dan terangnya (cahanya) dapat menerangi berbagai tempat. Masyaa Allah… Maka, dapat kita simpulkan bahwa sosok pemuda adalah mereka yang memiliki jiwa yang kuat, pendirian yang kokoh dan mampu mempengaruhi setiap sesuatu yang berada di sekitarnya. Bahkan, hanya dengan keberadaanya saja sesuatu tempat akan berubah karenanya.

Tapi, dalam pembahasan kita kali ini bukan hanya membahas tentang sosok pemuda saja. Tetapi, pemuda terbaik. Layanknya kehidupan yang terdapat dua sisi saling berlawanan baik-buruk, cantik-tampan, susah-senang, tertawa-menangis, cinta-benci, mudah-sukar, tua-muda, bahagiah-sedih, dll. Maka, sosok pemuda pun memiliki dua karakter yang dapat dipilih oleh yang menjadi subjek (diri kita). Apakah pemuda “buruk”? Atau pemuda “baik”?. Pemilihan itu akan langsung ditentukan oleh diri kita sendiri sebab ini adalah sebuah area yang dikuasain oleh manusia dalam pembahasan qadha. Yang artinya manusia memiliki kesempatan dalam memilih.

Melihat kondisi kita saat ini. Apa predikat para pemuda yang ada ditengah-tengah kita? Lalu bagaimana kita menilai dengan adil baik-buruk?

Kembali. Kita adalah seorang muslim, pemuda muslim yang memiliki aqidah dan standar yang jelas. Dan ini sesuai dengan  pesan yang Rasulullah Saw., sampaikan sebelum Beliau Saw., Berpulang menemui Sang Maha Agung. Dalam sebuah hadis: “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di Telaga (di Surga)“.

Maka standar dalam penentuan tersebut adalah Islam. Lalu bagaimana Islam menggambarkan sosok pemuda terbaik?

Sejarah Islam telah mencatat dengan jelas nama-nama yang menjadi sosok pemuda Islam terbaik. Pasti kita semua akrab dengan nama Abu Bakar As-Sidiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, Arqam bin Abi Arqam, Abdul Rahman bin Auf, Hamzan. Ya mereka adalah para sahabat Rasulullah Saw., yang memeluk Islam dan membela Islam dengan seluruh kemampuan yang dimiliki dalam keadaan tenang ataupun mencekam. Mereka berani berdiri untuk membela Rasulullah Saw., meski banyak pertentangan pada masa hijrah. Mereka tidak melepaskan keislaman mereka dan meninggalkan Allah beserta Rasulullah Saw., meski mereka mendapatkan celaan dan siksaan dari pada musuh Islam.

Berlanjut, sebuah nama yang menjadi sebuah lambang kesuksesan Islam dalam menaklukkan konstantinopel, imperium besar dengan benteng yang berlapis, sebuah imperium terhebat di masanya. Muhammad al-Fatih seorang Khalifah yang menjalankan kekuasaannya dari Turki berhasil menaklukan imperium besar itu, tentu dengan izin Allah SWT. Bahkan pasukannya dijuluki sebagai pasukan terbaik.

Belum lagi para ilmuan Islam yang mereka juga merupakan pemuda-pemuda terbaik dalam Islam. Al-Farisi, Ibnu Sina, al-Khawaritsmi, al-Farabi dan masih banyak lagi.

Para perawi hadis yang mereka jugaerupakan sosok pemuda Islam terbaik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasai, dll.

Mereka bukan hanya menguasai satu bidang ilmu saja, tetapi berbagai macam bidang ilmu. Sains, teknologi, fisika, kimia, hadis, Al-Qur’an, fiqh, bahasa Arab, bahkan mereka bisa menguasai beberapa bahasa. Masyaa Allah…

Merek adalah sosok pemuda Islam terbaik. Mengapa predikat “terbaik” pantas disematkan kepada mereka. Sebab, mereka berjalan di atas muka bumi ini sesuai dengan aturan Allah SWT., Mereka berpegang teguh dalam keislaman mereka dan menjujung tinggi kalimat tauhid. Membela Agama Allah dan seluruh amalnya mereka niatkan untuk meraih Ridha Allah.

Maka ini lah sosok pemuda terbaik, mereka yang mamapu menjadikan diri mereka taat dan menjalankan perintah Allah SWT, kemudian menjauhi larangan-Nya. Pemuda yang berani dalam mendakwahkan Islam bil hikmah dan berani menyampaikan kebenaran.

Berbanding jauh dengan pemuda yang ada di sekitar kita saat ini. Para akhwat mereka yang tidak malu mengumbar aurat mereka, sedang para ikhwan tidak malu mengumbar rayuan gombal. Mereka tidak merasa berat ketika mengucapkan kalimat-kalimat kotor,tetapi enggan dalam membaca kita Suci Al-Qur’an. Merek sangat fasih dalam menghafal dan menyanyikan sebuah lagu dalam bahasa apapun, tetapi lidah mereka terasa kelu ketika membicarakan Islam dan bersholawat.

Sungguh sudah teramat jauh kaki para pemuda Islam saat ini melangkah dari identitas mereka. Mereka melupakan predikat “terbaik” yangbtelah disandang oleh pemuda-pemuda Islam sebelumnya. Mereka lupa dengan kejayaan Islam dan masa keemasan yang memunculkan banyak para ilmuan. Teramat miris melihat pemuda-pemuda saat ini yang tidak merasa mereka telah terpisah oleh pegangan hidup mereka.

Sahabat… Kita adalah para pemuda Islam yang saat ini alhamdulilah atas Izin Allah SWT., berkumpul di group ini. Kita memanfaatkan waktu kita untuk menghadiri forum kajian demi meningkatkan perasaan cinta kita terhadap Islam dan menjadi lebih baik dikemudian hari.

Maka, marilah kita menentukan pilihan, memilih menjadi pemuda terbaik, pemuda Islam terbaik yang akan berkontribusi dalam mengemban amanah langit (dakwah). Karena, hal ini mampu mendekatkan kita dengan sang Maha Cipat. Karena pemuda Islam terbaik adalah dia yang taat dan patuh kepada-Nya. [S]

Editor : azkabaik

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: