30 September 2022

Dimensi.id-Ekonomi dunia bergejolak karena serangan virus corona, yang sebelumnya terjadi perang dagang yang sengit antara Tiongkok dan Amerika.  Michael Robert dalam It Was The Virus That Did It mengatakan pandemik Corona akan mengguncang ekonomi global lebih buruk dari yang sebelumnya pernah terjadi. Namun resesi yang akan terjadi bukanlah disebabkan oleh Corona, melainkan gerak kapitalisme itu sendiri. Pandemik Corona menjadi palu yang membongkar kebusukan kapitalisme.

Bahkan sebelum pandemik ini, ekonomi kapitalis utama di negara maju ataupun berkembang telah melambat hingga berhenti. Beberapa mengalami kontraksi di output nasional dan investasi dan banyak yang berada di tepi jurang. Selain itu profitabilitas kapital rendah dan keuntungan global paling baik dalam kondisi statis. Perdagangan dan investasi global dalam kondisi menurun bukan meningkat.

Harga minyak dunia menurun bukan meningkat dan imbas pandemik pertama kali terjadi di rantai suplai bukan di pasar finansial yang tidak stabil. Pandemik ini mengakibatkan gangguan pada produksi, perdagangan dan investasi yang kemudian mengakibatkan pendapatan menurun dan daya beli runtuh. Kita akan melihat resesi besar dalam waktu-waktu kedepan.

Rapuhnya sistem ekonomi kapitalis yang tidak hanya berdampak pada ekonomi dalam negeri tetapi juga skala global seperti saat ini selayaknya menyadarkan kita akan pentingnya mengadopsi sistem ekonomi Islam yang tidak hanya memiliki pandangan khas mengenai sistem ekonomi tapi juga memiliki mekanisme yang jelas dalam menjamin dan mendistribusikan kebutuhan pokok rakyat baik dalam kondisi normal maupun kondisi khusus seperti bencana wabah saat ini.

Jika keuangan negara untuk memenuhi dasar rakyat di kala mereka sangat membutuhkan, sebetulnya tersedia, lalu alasan apa lagi yang membuat langkah itu tidak segera dilakukan?Langkah pemerintah hari ini yang berubah-ubah rencana dalam menghadapi pandemi Covid 19, membuka topeng potret yang sebenarnya sosok penguasa dalam Peradaban sekuler, Negara Demokrasi.

Sikap penguasa kental sekali dengan perhitungan-perhitungan ekonomi ketika dihadapkan pada kondisi harus melayani rakyatnya tanpa pamrih. Kehilangan nyawa rakyatnya atau mengedepankan pertimbangan ekonomi, yang itupun belum pasti.

Andai langkah menutup akses manusia dari dan ke Negara Cina sebagai asal sumber wabah, dilakukan sejak awal, maka niscaya penyebaran virus tidak akan meluas seperti hari ini. Kenapa hal itu tidak dilakukan? Satu-satunya jawaban adalah karena faktor politik dan ekonomi. Dalam aspek politik, bargaining position Indonesia sangat rendah di hadapan Cina. Dalam aspek ekonomi, hegemoni Cina atas Indonesia terlihat jelas.

Didalam islam apakah ada solusi penanganan krisis ekonomi ? Tentu saja. Pernah ada di masa Peradaban Islam yakni masa Khalifah Umar ketika beliau menghadapi situasi krisis di masa kepemimpinannya. Untuk memberikan gambaran keunggulan Syariat Islam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi rakyat, termasuk dalam situasi krisis.

Dalam buku The Great leader of Umar bin Khaththab, Kisah Kehidupan dan Kepemimpinan Khalifah Kedua, diceritakan bahwa ketika terjadi krisis, Khalifah Umar radhiyallahu anhu melakukan beberapa hal berikut:

1.         Berhemat dan bergaya hidup sederhana.

2.         Khalifah Umar radhiyallahu anhu langsung memerintahkan untuk membuat posko-posko bantuan.

3.         Mendekatkan diri kepada Allah, meminta pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala Pemilik alam seisinya.

4.         Kepada rakyatnya yang datang karena membutuhkan makanan, segera dipenuhi. Yang tidak dapat mendatangi Khalifah, bahan makanan diantar ke rumahnya

5.         Khalifah Umar bin Khaththab meminta bantuan ke wilayah atau daerah bagian Kekhilafahan Islam yang kaya dan mampu memberi bantuan.

6.         Langkah-langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu ketika terjadi bencana adalah menghentikan sementara hukuman bagi pencuri.

Kesempurnaan aturan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, dalam mengatur politik dan ekonomi negara, membuat Khalifah tidak gamang dalam mengambil keputusan. Keunggulan sistem keuangan negara Baitul Mal tidak diragukan lagi dalam menyediakan pembiayaan negara. Begitu pula keunggulan sistem politik Khilafah.

Allah mengingatkan umat manusia di muka bumi: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (TQS Ar Rum 41).

Penulis : Weni, Aktivis Dakwah

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: