5 Oktober 2022

Dimensi.id-Ramadhan adalah bulan istimewa bagi ummat Islam. Pada Bulan Ramadhan terdapat perintah dari Allah SWT, yakni perintah puasa. Ada beberapa keistimewaan yang dirasakan oleh umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, seperti acara ngabuburit, tarawih berjamaah di masjid, tadarusan, dan sebagainya. Apalagi biasanya menjelang hari raya Idul Fitri, masjid-masjid akan penuh sesak dengan kegiatan itikaf yang dinanti-nantikan oleh sebagian umat Islam.

Namun, ada yang berbeda dengan Ramadhan saat ini. Umat Islam menjalani ibadah puasa diantara himpitan wabah corona yang  sedang merajai di seluruh dunia. Tidak ada lagi terdengar suara tadarus dari masjid, tarawih berjamaah di masjid, atau semaraknya ngabuburit. Umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan slogan #dirumahaja.

Bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT, tentunya harus senantiasa mengingat Allah. Memperkuat keyakinan bahwa Allah Maha Pencipta dan Maha Pengatur, termasuk meyakini bahwa adanya virus corona, makhluk tak kasat mata ini pun adalah ciptaan-Nya. Virus sekecil ini menjadi pandemi dan meluluhlantakan perekonomian di seluruh dunia seharusnya semakin menyadarkan betapa lemahnya manusia dihadapan Allah SWT.

Dengan adanya pandemi ini, Allah SWT memperingatkan manusia bahwa pelanggaran terhadap hukum syariah bisa menyebabkan bencana. Sebaliknya, pengamalan dan penerapan hukum syariah akan menjadi rahmat bagi manusia, yakni mencegah bahaya dan mendatangkan maslahah. Virus ini menggugah kesadaran kita, ternyata pelanggaran terhadap satu aturan Allah saja, yakni larangan memakan makanan haram (kelelawar dan hewan haram lainnya), bisa menimbulkan musibah besar di seluruh dunia.

Kenyataannya, saat ini umat Islam tidak hanya melanggar satu hukum syariah saja. Sebagian besar hukum syariah telah dilanggar, ditelantarkan dan dijauhkan dari kehidupan. Mulai dari aturan makan, berpakaian, pergaulan sosial, ekonomi, politik dan sebagainya. Praktek ribawi, prostitusi, dan aborsi sudah bukan hal yang langka.

Akibatnya pun sudah terlihat nyata. Kerusakan alam dari daratan hingga ke lautan terjadi di mana-mana. Penegakan hukum semrawut tajam ke bawah, tumpul ke atas. Selain itu, bertambahnya angka kemiskinan, kelaparan, kesenjangan ekonomi, merebaknya kriminalitas, krisis moral, semakin memperpanjang catatan musibah negeri ini.

Seandainya, bila hukum syariah Islam diamalkan secara menyeluruh maka betapa besar kebaikan yang akan dirasakan oleh umat manusia di seluruh dunia. Dengan pengamalan dan penerapan syariah secara total pasti akan tercipta kemakmuran, kesejahteraan hidup, keadilan sosial dan hukum, keamanan, kenyamanan, akhlak mulia di tengah-tengah masyarakat. Semua ini merupakan keberkahan sebagai hasil dari ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Maka, puasa Ramadhan saat pandemi ini menggugah kesadaran kita untuk segera mewujudkan ketakwaan kita dengan bersegera mengamalkan dan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh. Sebuah kewajiban bagi umat Islam termaktub dalam firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

_Hai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara menyeluruh (TQS al-Baqarah [2]: 208).

Jadi, tidak boleh sedikit pun kita meninggalkan syariah dan hukum-hukum Islam, atau memilah dan mengambil sesuai dengan keinginan kita. Sudah saatnya kita kembali kepada nilai-nilai Islam, mengamalkan aturan Islam dalam setiap sendi kehidupan.

Menjalani Ramadhan ditengah pandemi ini, kita harus tetap optimis, bersabar, bersyukur dan bersemangat untuk meraih gelar taqwa, karena taqwa yang benar dapat membuat matangnya jiwa, lurusnya pikiran, jernihnya hati dan akhirnya mampu menguatkan imun, daya tahan tubuh akan kuat menghadapi virus ini.

Salat tarawih, tadarus, buka bersama, pengajian ramadhan, idul fitri tidak mungkin dilakukan secara terbuka di masjid seperti sebelumnya, tetapi yakinkan diri kita bahwa peluang meraih taqwa dari rumah masing-masing masih terbuka lebar. Saatnya para bapak menjadi imam sepenuhnya bagi keluarga. Rumah menjadi tempat lomba khatam Al Qur’an bapak, ibu dan anak. Waktunya pula memberikan bantuan kepada faqir miskin dan mengutamakan tetangga yang menjadi miskin baru, karena efek pandemi ini.

Sungguh tidak akan berkurang lahan ibadah di bulan Ramadhan ini walau harus berjuang menjaga diri, keluarga dan lingkungan dari penularan virus pandemi ini. Maka, menjadi hal yang mendesak bagi seluruh umat agar bersegera secara sungguh-sungguh untuk mewujudkan perintah Allah SWT yaitu menerapkan syariah secara menyeluruh.

Untuk itu dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan.  Pada bulan Ramadhan ini tentu perjuangan dan pengorbanan tersebut harus dilipatgandakan. Tentu agar syariah Islam dapat segera terwujud di seluruh sendi kehidupan.

Penulis : Asri Gayatri, S. Hut.

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: