5 Oktober 2022

Dimensi.id-Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan agar kaum Mukmin menjadi kaum yang bertakwa. Dengan demikian takwa adalah hikmah dari pelaksanaan puasa Ramadhan.  Sebagai mana dalam ayat dibawah ini  :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa (TQS al-Baqarah [2]: 183).

Puasa Ramadhan memberikan pelajaran dan penegasan bahwa kaum Muslim secara individu maupun kolektif sebenarnya bisa mewujudkan takwa. Tentu jika mereka mengutamakan keridhaan Allah di atas segala kepentingan duniawi. Ramadhan yang kita jalani di tengah pandemi Covid-19 ini harusnya makin menyadarkan kita betapa lemahnya manusia. Dengan pandemi ini, Allah SWT memperingatkan umat manusia bahwa pelanggaran terhadap syariah bisa menyebabkan bencana. Sebaliknya, pengamalan dan penerapan syariah akan menjadi rahmat bagi mereka, yakni mencegah dharar (bahaya) dan mendatangkan maslahah (manfaat).

Pandemi ini menyentak kesadaran kita, ternyata pelanggaran terhadap satu aturan Allah saja, yakni larangan memakan makanan haram (kelelawar dan hewan haram lainnya), bisa menimbulkan musibah sedemikian besarnya. Realitanya, bukan hanya satu hukum syariah yang dilanggar saat ini. Sebagian besar hukum syariah telah dilanggar, ditelantarkan dan dicampakkan.

Akibatnya pun sudah tampak nyata. Kerusakan alam dan lingkungan terjadi di mana-mana. Juga terjadi banyak krisis: krisis kemanusiaan, krisis ekonomi, krisis moral dan sosial, krisis pendidikan, krisis hukum, dll. Terjadilah kemiskinan, kelaparan, kesenjangan ekonomi dan sosial, merebaknya kriminalitas, dekadensi moral, penjajahan negara-negara kuat atas negara-negara lemah, penguasaan kekayaan alam milik publik oleh segelintir orang, ketidakadilan hukum, kezaliman penguasa, dll.

Sebaliknya, betapa besar kebaikan yang akan dirasakan oleh umat manusia ketika syariah diamalkan dan diterapkan secara total dan menyeluruh. Dengan pengamalan dan penerapan syariah secara kaffah pasti akan tercipta kemakmuran, kesejahteraan, keadilan sosial dan hukum, keamananan, kenyamanan, akhlak mulia di tengah-tengah masyarakat, dsb. Semua ini merupakan keberkahan yang menjadi konsekuensi dari ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Dengan demikian, dengan puasa Ramadhan, apalagi pada saat pandemi ini, Allah SWT seolah menggugah kesadaran kita untuk segera mewujudkan ketakwaan individual maupun kolektif dengan cara bersegera mengamalkan dan menerapkan syariah Islam secara kaffah. Ini sesuai dengan firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

Hai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara total (TQS al-Baqarah [2]: 208).

Di tengah pandemi ini seolah menegaskan kepada kita, semakin penting dan mendesak perintah Allah SWT itu untuk kita wujudkan secara nyata kita segera melaksanakan puasa meski dalam kondisi pandemi sekalipun. Dan Sebaliknya, kita semua semestinya bersegera berusaha secara sungguh-sungguh untuk mewujudkan perintah Allah tersebut, yaitu penerapan syariah secara menyeluruh. Untuk itu dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan.  Pada bulan Ramadhan ini tentu perjuangan dan pengorbanan tersebut harus dilipatgandakan. Tentu agar syariah Islam secara kaffah bisa segera terwujud di tengah-tengah kehidupan.

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

Penulis : Nuri Rahmahani (Ibu Rumah Tangga dan Aktifis Dakwah)

Editor : azkabaik

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: