3 Oktober 2022

Dimensi.id-Lembaga dunia World Food Program mengatakan masyarakat dunia menghadapi ancaman kelaparan besar-besaran dalam beberapa bulan lagi akibat resesi ekonomi yang dipicu pandemi COVID-19 atau virus Corona. Saat ini ada 135 juta orang menghadapi ancaman kelaparan. Proyeksi dari WFP menunjukkan jumlahnya bisa meningkat dua kali lipat menjadi 270 juta orang. Jumlah ini masih bisa bertambah karena ada sekitar 821 juta orang yang kurang makan. Sehingga, total warga dunia yang bisa mengalami bencana kelaparan melebihi 1 miliar orang.

Bencana pangan ini bisa terjadi di sekitar 55 negara jika melihat pada skenario terburuk. Eksekutif Direktur WFP, David Beasley, mengatakan ada sepuluh negara yang telah mengalami kelaparan dan menimpa sekitar satu juta warga. Sejumlah negara yang menempati peringkat terburuk terkait ancaman kelaparan adalah Yaman, Kongo, Afganistan, Venezuela, Ethiopia, Sudan Selatan, Suriah, Nigeria dan Haiti. PBB mengingatkan wabah virus Corona ini bisa menyebar juga ke Afrika dan menyebabkan bencana kemanusiaan besar.

Hal ini sudah disadari oleh lembaga PBB yang mengurusi pangan dan pertanian, Food and Agriculture Organization atau FAO. Mereka menggelar pertemuan tak terjadwal bersama menteri-menteri pertanian negara G20, pada Selasa (21/4). Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan WFP, Bank Dunia, dan Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian (International Fund for Agricultural Development/ IFAD).

Kenaikan harga pangan saat ini tidak lepas dari sistem kapitalisme yang telah menjadikan komoditas pangan sebagai barang spekulasi sehingga harga tidak lagi mencerminkan permintaan dan penawaran di sektor riil. Di bursa tersebut barang dapat diperjualbelikan secara spekulatif. Komoditas diperjualbelikan tanpa adanya penyerahan barang oleh pembeli atau harga oleh penjual sesaat setelah proses transaksi. Praktek-prektek demikian jelas sangat bertentangan dengan Islam dan oleh karenanya keberadaan bursa sebagaimana halnya sistem kapitalisme itu sendiri, merupakan sebuah kemungkaran.

Inilah fakta, ada kegagalan dalam menyejahterakan setiap individu masyarakat. Khususnya dalam pemenuhan hajat dasar pangan, kebutuhan dasar masyarakat. Persoalan bangsa ini sistemik, akibat salah kelola negara karena penerapan sistem aturan kapitalis sekuler yang telah diadopsi hingga mambuat bangsa menghadapi persoalan pelik. Seperti inilah konsekuensi logis kehadiran rezim sebagai pelaksana hukum aturan sistem kehidupan kapitalis sekuler.

Alih-alih mampu memberikan kesejahteraan pada rakyat, memberikan solusi preventif dalam menanggulangi wabah Corona, yang ada rakyat semakin menderita dan persoalan bangsa kian parah tanpa solusi yang menyentuh sampai akarnya, hingga membuat terpuruk negeri ini kejurang kehancuran. Penerapan sistem kapitalis sekuler saat ini membuat jadi sangat lamban menyelesaikan masalah termasuk Corona, kebutuhan rakyatpun tidak serta merta di penuhi, akhirnya tindak kriminalitas dan kelaparan memuncak saat wabah melanda negeri.

Menggunakan ekonomi kapitalis memiliki kesamaan dengan konsep perjudian, kita selalu dihadapkan pada sebuah problem besar yaitu ketidak pastian pasar. Ketidak pastian ini merupakan imbas dari kekeliruan kapitalisme dalam memandang nilai suatu barang. harga sebagai satu-satunya nilai tukar barang dan jasa adalah perbuatan yang keliru karena sesungguhny ada perbedaan antara “nilai tukar” dengan “harga itu sendiri” diamana nilai tukar (value  exchange) adalah pesamaan pertukaran antara barang dan jasa dengan barang dan jasa lain secara mutlak. sedangkan “harga” nilai tukar barang dan jasa terhadap uang. hal ini tetntu membawa konsekuensi yang cukup tinggi kareana barang langsung disandingkan dengan nominal uang yang sebenarnya uang itu sendiri tidak memmiliki Nilai tukar yang tetap (fiat money).

Puncak kesejahteraan masyarakat dapat disaksikan sepanjang dunia dalam naungan peradaban Islam. Berlangsung selama 13 abad dan meliputi hampir dua per tiga dunia. Apa kunci kesuksesan para Khalifah tersebut? tidak lain dan tidak bukan karena para Khalifah hadir sebagai pelaksana hukum syariah, pelaksana sistem kehidupan Islam yang berasal dari Al Khaliq pencipta manusia dan alam semesta.

Karenanya, kembalinya kehidupan Islam, sistem syariah Islam secara kaaffah, Islam merupakan kunci solusi persoalan dan kebutuhan yang mendesak saat ini. Lebih dari pada itu, syariah Islam secara kaaffah adalah ajaran Islam yang diwajibkan Allah SWT kepada kita semua. “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu,..” Q.S Al Anfal: 24.

Wallahu ‘alam bi ash-showwab

Penulis : Siti Latifah (Aktivis Mahasiswa)

Editor : azkabaik

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: