5 Oktober 2022

Dimensi.id-Adanya penyebaran Covid-19 ini berpengaruh pada semua aspek kehidupan, terlebih pada aspek ekonomi. Dengan adanya pandemi ini ekonomi kian terpuruk. Sehingga situasi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mencari keuntungan di tengah wabah. Salah satunya dalam sektor kesehatan, pasalnya disinyalir ada mafia di balik impor alat-alat kesehatan (alkes) dan obat.

Seperti yang dilansir dalam tribunnews.com, pada hari Minggu (19/04/2020), Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan secara gamblang, bagaimana ada oknum-oknum perusahaan sektor kesehatan, yang mencari keuntungan di tengah kesempitan situasi. Secara garis besar, Arya menceritakan bahwa selama ini terdapat oknum-oknum yang sengaja membiarkan perusahaan sektor kesehatan dalam negeri tidak berkembang. Mereka membiarkan perusahaan dalam negeri hanya sebagai pengolah bahan baku saja.

Pada saat-saat ini Arya menceritakan Indonesia baru merasakan adanya hal yang salah dari sektor perusahaan kesehatan negara. Ia mencontohkan kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Arya mengatakan bahwa Indonesia selama ini hanya bertugas untuk membuat saja, bahan baku, dan barang jadi harus tetap di impor. “Pabriknya ada tapi bahan bakunya dari luar negeri”, ucap Arya. “Kita akhirnya impor juga”, lanjutnya. Arya menjelaskan, kekurangan di Indonesia tidak hanya pada APD namun juga pada alat-alat kesehatan, seperti ventilator, dan obat-obatan.

Padahal ventilator merupakan alat yang paling penting dan dibutuhkan. Alat ini merupakan peralatan mekanik untuk menghasilkan putaran udara. Mesin inilah yang membantu pasien untuk bernapas. Dan kurangnya ventilator akan memperlambat dan menghambat penanganan pasien Covid-19. Ia pun mengibaratkan Indonesia hanya sebagai tukang jahit pakaian, dimana bahan baku, dan barang jadinya tetap menjadi milik orang lain.

Inilah bukti, bahwa pasar alat kesehatan dikuasai oleh segelintir orang. Negara lebih bergantung pada pihak lain untuk menangani permasalahannya. Ini juga menjadi bukti bahwa dominasi kapitalisme membuat korporasi global menekan pemerintah negeri ini dalam kebijakan ekonominya. Kegagalan rezim dalam memenuhi janji-janjinya untuk menyejahterakan rakyat sudah kasat mata. Hampir di setiap aspek kehidupan menunjukkan borok-borok kezalimannya, yang menyengsarakan rakyat dan menjerumuskan mereka pada belitan krisis yang mencengkeram. Penyebabnya tidak hanya karena kesalahan dan kelemahan orang yang memangku jabatan, namun yang paling mendasar karena sistem yang diterapkan rezim salah.

Kerakusan rezim akan kekuasaan telah mendorongnya untuk melakukan berbagai cara guna mempertahankan posisi empuk tersebut. Rezim sekarang layaknya orang yang berpenyakit kronis disebabkan berbagai virus yang menyerang tubuhnya. Yakni, virus kapitalisme yang telah melumpuhkan peran negara, sehingga kehilangan fungsinya sebagai pelindung dan pengurus rakyat dan telah membuka celah hadirnya penjajahan gaya baru melalui investasi dan utang.

Maka dari itu, negeri ini membutuhkan pemerintahan yang mandiri dan dunia membutuhkan  kepemimpinan yang adil dan steril dari kerakusan kaum kapitalis. Solusi yang tepat dan obat dari segala penyakit tersebut adalah mengganti sekularisme kapitalisme dengan sistem kehidupan yang diturunkan Pencipta manusia, dengan menerapkan Islam secara kafah. Islam dengan seperangkat aturan syariat yang lengkap dan menyeluruh akan menguliti dan membongkar semua borok mereka para pemangku jabatan tanpa kecuali.

Wallahu a’alam bishshawaab

Penulis : Eviyanti (Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif)

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: