5 Oktober 2022

Dimensi.id-Sabtu, 2 Mei 2020 dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momen yang tepat bagi kita untuk kembali merefleksi pendidikan di negeri kita saat ini. Bagaimana seharusnya dalam dunia pendidikanlah muncul generasi-generasi baru yang akan membawa perubahan.

Akan tetapi, melihat potret pendidikan yang ada, apakah pendidikan saat ini benar-benar mampu menghasilkan generasi yang membawa kebangkitan? Alih-alih membawa perubahan yang mengarah pada kebangkitan, jangan-jangan fakta yang ada justru membuktikan makin suramnya pendidikan di negeri ini.

Bagaimana potret pendidikan saat ini ?

Permasalahan dalam pendidikan yang paling tampak di tengah masyarakat adalah tidak meratanya pendidikan antara yang kaya dan miskin. Kita bisa lihat bahwa orang kaya mampu mengenyam pendidikan setinggi mungkin  dengan biaya yang fantastis.

Namun berbeda dengan orang kurang mampu, yang bahkan untuk makan saja mereka sangat kesulitan. Belum lagi banyaknya angka putus sekolah, angka putus sekolah yang paling tinggi terjadi pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pertumbuhan angka putus sekolah di kalangan SMK mencapai 0,45 persen dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS), penyebab putus sekolah salah satunya adalah faktor ekonomi keluarga.

Fakta diatas masih salah satu fakta permasalahan pendidikan yang ada. Namun, nyatanya permasalahan pendidikan saat ini lebih dari itu. Di dunia pendidikan sendiri misalnya, seringkali kita mendengar berita tragis seperti kekerasan seksual guru terhadap murid. Ketika guru adalah seharusnya menjadi panutan justru melakukan tindakan keji terhadap peserta didiknya sendiri. Belum lagi tak sedikit kasus murid yang sudah tak ada rasa hormat pada sang guru. Memukul, bullying bahkan sampai membunuh guru sendiri.

Dan masih banyak permasalahan pendidikan yang lain antara lain seperti ganti menteri ganti kurikulum, standart kelulusan yang berubah-ubah, standart penilaian pendidik yang membuat pusing.

Bahkan dalam kondisi wabah saat ini yakni kebijakan home learning nyatanya membuat pusing berbagai pihak.

Karena sejatinya, sistem pendidikan yang ada tak pernah jelas. Parahnya lagi negara tampak seolah-olah tak ada masalah dengan dunia pendidikan kita. Dan membiarkan pendidikan yang ada berjalan apa adanya.

Lantas, apa sumber permasalahan pendidikam saat ini ?

Sistem pendidikan yang ada saat ini adalah sistem pendidikan kapitalistik. Maka dari itu bukan hal yang mengejutkan apabila fakta-fakta di atas terjadi.

Dalam kurikulum sekuler kapitalisme, para pelajar sengaja dibentuk menjadi pribadi yang pandai namun minus moral dan akhlak. Membentuk pribadi yang cerdas namun berorientasi materi dan cenderung individualis.

Sedangkan, bagi para guru sistem Kapitalisme, sangat membebani dengan berbagai macam bahan ajar yang harus disampaikan kepada murid, belum lagi beban hidup yang sulit membuat guru lebih mengutamakan mengejar tunjangan serta gaji yang pantas sehingga guru lebih sibuk terhadap penilaian-penilaian guru. Hasilnya, proses belajar mengajar hanya sekedar memenuhi kewajiban saja, tidak lebih dari itu.

Hari Pendidikan Nasional,  Momen Tepat  Mencari Solusi

Di hari pendidikan ini saatnya mencari solusi untuk pendidikan yang lebih baik. Sebab dari pendidikan lah diharapkan lahir generasi penerus yang tidak sekedar pintar baca hitung atau pandai dalam IPTEK, tetapi juga paham tentang apa tujuan mereka sebagai manusia diciptakan.  Selain itu mencari solusi bagaimana menyiapkan tenaga-tenaga pendidik yang handal. Sekaligus berkepribadian Islam yang luhur sehingga memiliki semangat pengabdian yang tinggi.

Tentu solusi  pendidikan di negeri kita saat ini tidak akan terwujud apabila masih berada dalam sistem yang kapitalis. Karena itu, sudah saatnya mencetak potret cemerlang remaja dan generasi ini dengan tatanan terbaik dari Sang Maha Pencipta, Allah SWT yaitu Sistem Islam. Karena arah pendidikan Islam sendiri sangat jelas yaitu untuk mewujudkan karakter Abdulloh (menjadi hamba Allah yang taat) dan khalifatul ardz (pengelola bumi sesuai dengan aturan Allah SWT).

Untuk mewujudkan arah pendidikan tersebut butuh 3 komponen yang saling mendukung yaitu sistem keluarga yang faham arah pendidikan. Sistem masyarakat dan sekolah yang mendukung. Dan keterlibatan negara secara penuh untuk memenuhi fasilitas pendidikan. Dan sistem ini yang secara ril telah terlaksana dalam satu sistem negara khilafah Islamiyah yang berjaya selama 13 Abad.

Wallahualam

Penulis : Putri AM (Mahasiswi STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya)

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: