3 Oktober 2022

Dimensi.id-Polemik Kartu Pra Kerja muncul di tengah pandemi corona, kita semua tahu bahwa  pandemi memang mengakibatkan banyak orang kehilangan penghasilannya. Kartu Pra Kerja ini pun menjadi salah satu jalan yang disediakan pemerintah dalam menghadapi pandemi corona. Tapi kalau kita lihat efisien tidak ya kartu itu? atau hanya pemborosan saja . Pasalnya, Rp 5,6 triliun dana bantuan yang diberikan pemerintah untuk 5,6 juta peserta penerima manfaat program Kartu Prakerja akan mengalir ke kantong-kantong lembaga pelatihan.

Pemerintah sendiri mengalokasikan anggaran untuk Kartu Prakerja Rp 20 triliun. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari rencana awal Rp 10 triliun lantaran program Kartu Prakerja kini beralih haluan dari program jaring pengaman untuk pencari kerja menjadi bantuan sosial bagi pihak-pihak yang kehilangan pekerjaan di tengah pandemik virus corona, dan masih banyak lagi analisis pemborosannya, kalau dibahas bakalan mumet sendiri. Sudah mumet dengan kondisi ini malah ditambah lagi pemimpinnya boros- borosan yang tidak jelas ,padahal pemerintah tinggal menjamin masyarakatnya, menjamin kebutuhan makannya, menjamin keamananya, bukan malah bebasin para napi .

Tapi mungkin tidak sesimple itu ya buat negara penganut demokrasi kapitalisme. Sungguh kita sangat merindukan pemimpin yang peduli terhadap rakyatnya, padahal kasus wabah seperti ini tidak hanya terjadi saat sekarang ini. Sudah beberapakali terjadi pada dahulu kala masa shohabiyah para tabiin. Contohnya saja pada masa kholifah umar bin khattab pernah terjadi krisis ekonomi yang parah. Tapi apa coba bedanya dengan pemimpin sekarang ?

Sebagaimana diketahui, Khalifah Umar ra., ketika krisis ekonomi, memberi contoh terbaik dengan cara berhemat dan bergaya hidup sederhana, bahkan lebih kekurangan dari masyarakatnya. Dengan itu beliau bisa merasakan betul bagaimana penderitaan yang dialami oleh rakyatnya. Beliau kemudian segera mengeluarkan kebijakan untuk menanggulangi krisis ekonomi secara cepat, tepat dan komprehensif.

Untuk mengoptimalisasi keputusannya, Khalifah segera mengerahkan seluruh struktur, perangkat negara dan semua potensi yang ada untuk segera membantu masyarakat yang terdampak. Kembali lagi kita bertanya apa yang memebedakan dulu dan saat ini ? jawabannya adalah sistem, sistem yang di pakai saat ini sungguh sudah keluar dari tuntunan syariah. Maka tak ada lagi solusi selain kita merubah sistem kapitalisme menjadi sistem Islam.

Penulis : Habibah

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: