5 Oktober 2022

Dimensi.id-Per 16 April 2020 Kementerian Tenaga Kerja mencatat 1,9 juta pekerja mengalami PHK sejak pandemi menghantam hampir semua lini sektor usaha. Kondisi ini direspon penguasa dengan memperluas program kartu Prakerja. Setidaknya kini terdapat delapan platform digital kartu Prakerja dari milik pemerintah, BUMN, hingga marketplace.

Kedelapan platform ini adalah Sistem informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) yang berada dibawah Kementerian Ketenagakerjaan, platform Pijar Mahir milik BUMN yaitu PT Telkom Indonesia, Skill Academy by Ruangguru, platform edukasi non-akademis, Mau Belajar Apa. Selanjutnya, platform digital dengan sistem blended learning yakni Sekolah.Mu.

Kemudian platform pendidikan dan pelatihan Pintaria milik HarukaEDU. Tak ketinggalan marketplace, yang sebenarnya fokus bisnisnya bukan pelatihan dan pendidikan, yaitu Tokopedia dan Bukalapak. Saat ini Tokopedia memberdayakan jutaan penjual dan pengguna melalui marketplace dan produk digital, fintech dan pembayaran, logistik dan fullfillment, serta Mitra Tokopedia. Sementara itu, melalui program kartu prakerja dan inovasi teknologi yang dimiliki Bukalapak bermaksud untuk meningkatkan kompetensi masyarakat.

Sebuah bom waktu, atau masalah yang diperkirakan akan meledak besar  dikemudian hari, ada dibalik anggaran biaya pelatihan program kartu prakerja sebesar Rp 5,6 triliun. Hal ini  karena masyarakat tidak memahami apa yang sesungguhnya sedang terjadi. Mereka tidak memahami apa itu prakerja. Tingginya nilai uang dibalik program ini bisa saja akan mirip dengan kasus BLBI yang merugikan negara triliunan rupiah (vivanews.com 26/4/2020). 

Beginilah skema Kartu Prakerja itu. Penguasa memberikan total Rp 3,55 juta per orang. Rp 1 juta digunakan untuk membiayai pelatihan daring yang melibatkan delapan platform digital. Rp 2,4 juta lagi diberikan dalam jangka waktu empat bulan, yang dicairkan bertahap Rp 600 ribu setiap bulan. Sementara, Rp 150 ribu merupakan insentif lain yang diberikan setelah mengisi tiga kali survei.

Seorang pelaku usaha start up informasi digital, Agustinus dalam Indonesia Business Forum (IBF) tvOne, menyampaikan bahwa dana Rp 5,6 triliun, merupakan uang yang dianggarkan untuk peserta kartu prakerja dengan rincian Rp 1 juta untuk 5,6 juta orang, dibagi 30 gelombang, atau Rp 200 ribu per orang.

Hanya saja anggaran itu bukanlah dana tunai, melainkan saldo rekening virtual yang hanya bisa digunakan perserta untuk membeli video pelatihan dalam jaringan (daring) melalui start up pelaksana program pelatihan. Jadi ada bisnis dibalik program itu yang mengatasnamakan program kartu prakerja.

Singkatnya, anggaran Rp 5,6 triliun hanya sekadar melintas di rekening peserta prakerja, dan sudah dipastikan pada akhirnya akan menjadi uang yang dimiliki platform-platform pelatihan. Pencairan dana ini hanya berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan platform-platform penyedia pelatihan daring Prakerja. Pelatihan belum dilakukan dana sudah bisa cair, inilah kemiripannya dengan BLBI.

Program Unfaedah dan Mubajir

Sekjen DPP KNPI Jackson Kumaat dalam keterangan tertulisnya meminta agar penguasa menghentikan pelatihan online bagi pekerja yang mengalami PHK. Jackson menyampaikan KNPI mendapati kabar dari hasil Diskusi Daring di hari Sabtu 25/4/2020 yang diikuti hampir 100 peserta tentang Kartu Prakerja dengan narasumber Jumhur Hidayat (mantan Kepala BNP2TKI 2007-2014) dan Yenny Wahid (Direktur The Wahid Foundation), terdapat aplikasi start up dan platform mitra tersebut sedang mencari subkontraktor dengan memberikan profit 30%-50% (tribunnews.com 26/4/2020).

Sementara, realitasnya didapati banyak sekali penyedia platform digital siap bekerjasama gratis dengan penguasa tanpa harus dibayar. Penyedia platform digital ini akan mendapat banyak sekali manfaat ketika ada jasa dompet elektrik e-wallet dan user pengguna platform mereka dari 1.000 pengguna, 10.000 pengguna, 100.000 penggguna hingga menuju jutaan akan menghantarkan mereka dilirik venture capital untuk menuju decacorn dan unicorn.

Sementara jika kita bicara konsep untuk membantu para pekerja korban PHK ditengah pandemi ini, sejatinya mereka tidak membutuhkan latihan-latihan online. Yang mereka butuhkan adalah lapangan kerja baru, atau uang tunai sekalian. Jika penguasa memang menaruh perhatian pada mereka, seharusnya tindakan riil yang dilakukan adalah mengalihkan dana Rp 5,6 triliun menjadi bantuan tunai untuk pekerja.

Hal ini karena dalam konteks pandemi saat ini yang perlu dikuatkan adalah jaring pengaman sosial yaitu belanja jaminan sosialnya seperti penyediaan sembako atau bantuan sosial dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT).

Lingkaran Oligarki Kapitalisme

Menarik untuk mengetahui bahwa dari delapan platform yang terlibat dalam program ini, salah satunya adalah platform yang dimiliki oleh pengusaha di lingkaran istana, yakni Ruangguru, dimana CEO dari perusahaan ini adalah Adamas Belva Syah Devara, salah seorang staf khusus presiden. Kontroversi seputar konflik kepentingan dalam dua peran itu pun mencuat. Belakangan Belva mengundurkan diri dari posisi staf khusus presiden.

Selain itu hal yang perlu mendapat perhatian adalah pelibatan sejumlah perusahaan platform digital dengan investasi asing. Ketika start up ini yang menjadi mitra prakerja  mendapatkan banyak sekali modal asing yang masuk, bahkan saham yang dimiliki founder itu kecil, sisanya investasi asing. Maka ketika mendapatkan keuntungan dari operasional yang ada di Indonesia, uang itu akan mengalir ke luar negeri. Ini pasti akan menjadikan kolom pendapatan kita menjadi defisit.

Dampak riilnya akan melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Para Kapitalis asing menikmati untung yang tidak sedikit. Data 5,6 juta orang ini sangat bisa men-generate income bagi para start up. Lalu bagaimana dengan jaminan keamanan data? Adakah jaminan data ini tidak disalahgunakan nantinya?

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menghitung potensi bisnis yang bisa diraup  delapan platform daring tersebut sebesar Rp 3,7 triliun. Ini berarti masing-masing platform bisa meraih keuntungan dari proyek Rp 457 miliar per platform jika keuntungan tersebut dibagi rata.

Eksklusivitas Kartu Prakerja

Penelit Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM melakukan riset tentang kartu Prakerja. Riset ini bertujuan untuk mengetahui potensi penerapan program Kartu Prakerja dengan mempertimbangkan lanskap digital di Indonesia. Hasilnya terdapat kesenjangan digital yang menjadikan kartu prakerja terlihat eksklusif. Artinya, pengguna yang mengakses program ini memerlukan kuota data yang besar dan jaringan internet yang baik.

Oleh karena itu Kartu Prakerja tidak akan menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Eksklusivitas Kartu Prakerja juga terlihat dari target penerima program yang adalah masyarakat dengan kecakapan digital yang baik. Ditambah dengan peluncurannya di tengah pandemi, kartu Prakerja menjadi semakin eksklusif saja. Masyarakat saat ini tidak sempat berpikir tentang peningkatan kapasitas diri namun bagaimana harus memenuhi sesuap nasi.

Dari pemaparan di atas tampak jelas penguasa belum melepaskan paradigma kapitalistik dalam mengatur negara. Apapun itu, meski ditengah krisis kesehatan dan juga krisis ekonomi sekalipun, tetap keuntungan yang dicari. Rakyat menjadi objek kebijakan-kebijakan yang keliru. Alih-alih mengeluarkan mereka dari persoalan yang ada, penguasa justru menambah persoalan baru.

Sudah saatnya penguasa bertaubat, mentaubati diri sekaligus sistem yang dijalankan. Hendaknya penguasa melakukan ikhtiar terbaik untuk mengurus rakyatnya. Meyakini bahwa pandemi ini datang dari Allah SWT, yang oleh karenanya solusi dan pengurusanya juga semestinya dikembalikan sesuai aturan Allah.

“Siapa yang diserahi oleh Allah untuk mengatur urusan kaum Muslim, lalu dia tidak memedulikan kebutuhan dan kepentingan mereka, maka Allah tidak akan memedulikan kebutuhan dan kepentingannya (pada Hari Kiamat)” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Penulis : Aisyah Karim (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: