5 Oktober 2022

Dimensi.id-Kondisi negeri yang sangat memprihatinkan di tengah musibah pandemic Covid-19 nampaknya masih terus menyelimuti negeri kita tercinta ini. Jumlah korban yang terinfeksi wabah Covid-19 masih terus mengalami kenaiakan, tercatat hingga 14 April 2020 mencapai 4.839 orang dinyatakan positif, 426 orang sembuh dan 459 orang meninggal (Tirto.id 14/4).

Nampaknya kondisi tersebut mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, salah satunya sektor ekonomi. Saat ini banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya, beberapa perusahaan menghentikan usahanya, bahkan sampai terjadi PHK dimana-mana. Hal ini-lah yang membuat aktivitas perekonomian kita terancam lumpuh.

Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementrian Ketenagakerjaan B Satrio Lelono mencatat jumlah PHK dan karyawan yang dirumahkan mencapai 2.8 juta. Sedangkan menurut data Kemenaker, sebanyak 212.394 pekerja dari sektor formal terkena PHK, pekerja formal yang dirumahkan mencapai 1.205.191 orang, dan dari sektor non formal tercatat 282 ribu orang yang tidak berpenghasilan.

Jumlah tersebut bisa jadi sewaktu-waktu mengalami perubahan. Memang betul, kondisi seperti ini membuat masyarakat Indonesia kehilangan pendapatannya dan kesulitan dalam mencari nafkah. Dana bantuan yang berikan pun, mungkin tak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Namun, banyak hikmah di tengah wabah Covid-19 ini. Kondisi yang kita alami saat ini persis sebagaimana yang diingatkan Allah SWT :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Sungguh akan Kami uji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan serta kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Karena itu gembirakanlah orang-orang yang sabar” (QS al-Baqarah [2]: 155).

Dalam ayat tersebut Allah menggunakan “lam” dan “nun tawkid” pada frasa lanabluwannakum. Ini menunjukkan kepastian ujian bagi kaum Muslim. Allah SWT berkehendak menguji mereka dengan ragam musibah. Rasulullah saw. juga menegaskan:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الزَّرْعِ لَا تَزَالُ الرِّيْحُ تُمِيْلُهُ، وَلَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ يُصِيْبُهُ الْبَلَاءُ

“Perumpamaan seorang Mukmin bagaikan pohon yang selalu diterpa angin yang menggungcangkan dirinya. Seorang Mukmin akan senantiasa ditimpa dengan ujian.” (HR Muttafaq ‘alaih)

Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa dengan adanya wabah Covid-19 ini merupakan bentuk ujian yang diberikan Allah SWT kepada hambanya agar kita senantiasa sabar dan ikhlas dalam menghadapi wabah ini. Namun dibalik semua itu, kita juga tidak diperbolehkan hanya sekedar mementingkan keselamatan diri kita sendiri tanpa memperhatikan dan peduli kepada sesama. Sebagai seorang muslim kita juga dianjurkan untuk saling tolong menolong jika ada saudaranya yang kesusahan.

Tentunya kita sebagai masyarakat juga harus ikut membantu saudara kita dalam kondisi seperti ini. Namun pihak yang paling bertanggungjawab atas kehidupan rakyat adalah para pemimpin. Merekalah yang harus bekerja keras, bukan saja menanggulangi bencana wabah penyakit, tetapi juga menjamin kebutuhan hidup masyarakat. Negara harus mengutamakan keselamatan jiwa rakyat ketimbang berbagai program pembangunan, apalagi  investasi asing. Inilah yang diingatkan Nabi saw :

فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Pemimpin masyarakat adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus.” (HR Muslim)

Semoga Allah SWT segera mengangkat wabah ini dari negeri-negeri kaum Muslim, menyelamatkan umat Muhammad saw., menghilangkan para pemimpin zalim serta bersegera mengganti mereka dengan para khalifah yang adil dan sungguh-sungguh berkhidmat mengurus umat dengan menerapkan syariah-Nya yang agung! Waalahu a’lam bisshowaab[ia]

Penulis : Mega Silvia (Mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah UIN SGD Bandung)

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: