3 Oktober 2022

Dimensi.id-Ramadhan menjadi bulan yang selalu dinantikan seluruh umat muslim di dunia, tak terkecuali negeri ini. Di dalamnya terpancar keberkahan, ketenangan dan kebahagiaan setiap insan yang merindukan pengampunan. Setiap amalan akan mendapatkan ganjaran berlipat ganda, menjadikan umat Islam berlomba-lomba dalam kebaikan. Kemeriahan selama bulan Ramadhan menambah suasana semakin tak tergantikan. Dari ritual bangun sahur sampai ramainya orang berjualan saat menjelang berbuka puasa.

Namun, berbeda dengan Ramadhan tahun ini. Dimana dunia sedang dilanda kesusahan termasuk negeri ini yang dirundung pandemi covid-19. Keadaan ini memaksa pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga masyarakat tidak memungkinkan untuk bekerja, bersekolah dan berbagai aktivitas lain yang biasanya dengan mudah dilakukan di luar rumah.

Bahkan dalam beribadah pun dilakukan di rumah saja. Hal ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang semakin hari semakin melonjak jumlah kasus positifnya. Sungguh keadaan yang sangat memprihatinkan, apalagi di saat bulan Ramadhan seperti sekarang. Masyarakat dituntut untuk membatasi segala aktivitas sehingga tidak menutup kemungkinan kondisi perekonomian pun semakin anjlok.

Datangnya musibah disaat bulan Ramadhan ini menjadikan kita sebagai umat Islam semakin menundukkan diri. Betapa tak berdayanya kita sebagai manusia makhluk ciptaan Allah swt yang sangat terbatas, jika tanpa ampunan dan pertolongan-Nya. Baik disadari ataupun tidak, sering kali terjadi kemaksiatan dimana hukum-hukum Allah swt diabaikan begitu saja. Hal ini tidak hanya dilakukan individu per individu tapi sudah mencangkup masyarakat bahkan level pemerintahan yang semakin abai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Seperti yang telah banyak terjadi, sederet kasus kriminalitas, perzinaan, maraknya LGBT yang berdalih kebebasan HAM serta kasus-kasus lain yang melanggar aturan Sang Khalik. Belum lagi, praktek riba yang semakin merajarela di tengah masyarakat yang seolah sudah menjadi hal lumrah. Ditambah tindak korupsi yang seakan tidak ada habisnya tanpa adanya hukuman yang membuat jera.

Maka, sudah saatnya menjadikan momentum Ramadhan sebagai titik tolak pertaubatan secara kolektif atas segala kemaksiatan yang terjadi dengan memaksimalkan setiap ibadah di bulan penuh rahmat dan ampunan ini. Seperti sabda Rasulullah saw : “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah ta’aala wajibkan berpuasa dan aku sunnahkan kaum muslimin menegakkan (sholat malam). Barangsiapa berpuasa dengan iman dan dan mengharap ke-Ridhaan Allah ta’aala, maka dosanya keluar seperti hari ibunya melahirkannya” (HR Ahmad 1596).

Betapa besar pintu ampunan yang Allah swt janjikan kepada umat Islam. Terlebih lagi ketika syariat Islam sepenuhnya ditegakkan maka keberkahan dan rahmat Allah swt senantiasa tercurahkan. Sehingga hal ini mengharuskan seluruh umat sekaligus bangsa untuk selalu taat secara sempurna terhadap syariat-Nya. Ketaatan yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt.

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS: Al-A’raf [7]: 96).

Oleh karena itu, sebagai umat Islam sudah sepatutnya untuk senantiasa menanamkan keyakinan bahwa dengan taubat atas segala kemaksiatan yang telah dilakukan dan ketaatan pada syariat Islam secara total dapat mewujudkan kesejahteraan hidup. Tak hanya hidup di dunia tapi juga kebahagiaan di akhirat. Selain itu, problematika selama ini yang melanda negeri bahkan dunia juga akan mendapatkan solusi tuntas tanpa menimbulkan masalah baru seperti yang terjadi sekarang.

Tak terkecuali pandemi covid-19 yang tengah dirasakan seluruh umat di dunia. Dengan serangkaian mekanisme yang telah diatur sesuai dengan syariat Islam, wabah covid-19 akan dapat dilewati dengan pertolongan dan rahmat Allah swt.

Tak hanya sampai disitu, berbagai masalah seperti aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, keamanan dll akan menemui jalan keluar dengan diterapkannya syariat Islam yang merupakan sistem paripurna. Penerapan syariat Islam ini tidak akan bisa sempurna tanpa tegaknya khilafah Islamiyah. Sebuah institusi yang menaungi dan menjamin seluruh hukum-hukum Allah swt dilaksanakan dari urusan individu hingga pemerintahan di seluruh aspek kehidupan. Tegaknya khilafah Islamiyah menjadi bentuk ketaatan sempurna seluruh umat Islam.

Terbukti lebih dari 13 abad lamanya, sejarah telah mencatat bahwa khilafah Islamiyah mencapai puncak kegemilangan. Sistem dengan syariat Islam sebagai pondasi selalu menaungi negeri-negeri, menjamin kesejahteraan seluruh umat baik muslim maupun non muslim tanpa terkecuali. Sehingga tidak perlu diragukan lagi untuk bersegera mencampakkan sistem kufur kapitalisme yang menyengsarakan hidup selama ini.

Dan tibanya bulan Ramadhan ini diharapkan dapat menghantarkan umat Islam kepada keberkahan dengan meraih ampunan dan memupuk totalitas ketaatan sekalipun telah berakhirnya bulan Ramadhan. Karena tegaknya khilafah Islamiyah harus terus diperjuangkan sehingga pertolongan Allah swt segera datang.

Wallahu’alam bishowab.[ia]

Penulis : Asha Tridayana

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: