30 September 2022

Dimensi.id-Peningkatan jumlah infeksi virus Corona semakin melesat hingga lintas negara, bahkan hampir ke seluruh belahan dunia. Tak dapat dipungkiri, kasus pandemi yang mengglobal ini membawa dampak yang signifikan dalam berbagai lini kehidupan, tidak terkecuali pada bidang ekonomi. Sejatinya pandemi ini telah menghantui ekonomi global dalam jangka waktu yang panjang.

Dikutip dari CNN Indonesia, Menteri Keuangan Republik Indonesia mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 2,3%. Bahkan dalam situasi terburuk, ekonomi bisa minus hingga 0,4%. Penyebab dari hal ini diantaranya adalah turunnya konsumsi dan investasi, baik dalam lingkup rumah tangga, industri maupun pemerintahan.

Adanya anjuran Physical Distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia membuat masyarakat tetap tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas diluar seperti biasanya. Sehingga salah satu rutinitas transaksi ekonomi menurun, dan mengakibatkan defisitnya pemasukan bagi para pelaku industri. Inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab terhambatnya perputaran modal, terlebih dalam pembiayaan operasional maupun non operasional.

Kondisi finansial yang fluktuatif di dalam lingkup industri mengakibatkan banyaknya perusahaan yang akhirnya memutuskan hubungan kerja dengan karyawannya. Ada yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan, mengurangi shift, waktu kerja, dan semacamnya.

Menteri Ketenagakerjaan,  Ida Fauziyah menyatakan bahwa data terbaru nasional hingga kamis, 16 April 2020, pekerja terdampak Corona di sektor formal yang di PHK ada 229.789 orang. Sementara itu yang dirumahkan ada 1.270.367 orang. Sehingga total pekerja terdampak di sektor formal ada 1.500.156 orang di 83.546 perusahaan. Selain itu, sektor informal juga terdampak. Sebanyak 443.760 orang dari 30.794 perusahaan di PHK. Sehingga total pekerja yang terdampak ada 1,9 juta orang, baik yang di PHK maupun dirumahkan. (Kompas.com 19/04)

Pada situasi yang terpuruk ini, tidak heran jika banyak orang yang mulai kehilangan fokus, mudah emosi, bahkan depresi. Peningkatan gangguan psikis dari para pekerja korban PHK, diungkapkan oleh Kadinkes Jabar, Berli Hamdani, yang melihat adanya lonjakan kunjungan pasien ke RSJ. Tidak adanya solusi dan jaminan pemenuhan kebutuhan, berimbas pada faktor psikis warga khususnya kelas menengah ke bawah.

Tuntutan kebutuhan yang wajib terpenuhi tidak berbanding lurus dengan pendapatan yang justru alirannya kini terhenti. Kebijakan pemerintah yang seharusnya menjadi alternatif pasca PHK, nyatanya tidak memberikan angin segar bagi para kaum jelata. Kondisi saat ini yang penuh dengan tekanan, memang tidak mudah dijalankan tanpa adanya kekokohan iman.

Lantas bagaimanakah Islam mengatur kebijakan ekonomi saat dihadapkan dengan kasus pandemi?

Sistem Islam yang tegak di atas landasan keimanan, sangat jauh berbeda dengan sistem kapitalis yang mengutamakan asas kemanfaatan. Sistem ekonomi Islam, menjadikan negara memiliki otoritas dan independensi dalam mengelola sumber kekayaan, tidak justru berada dalam bayang-bayang para kapital.

Dengan demikian, negara menjadi mandiri dan memiliki ketahanan yang kuat secara politik dan ekonomi. Sehingga saat negara dilanda wabah penyakit, negara akan mampu mengatasinya dengan kebijakan tepat dan solutif. Menjalankan lockdown sebagai satu-satunya solusi syariat dalam penanganan penyebaran wabah. Namun diikuti dengan pemenuhan kebutuhan rakyat yang dijamin sepenuhnya oleh negara.

Prinsip kepemimpinan atas dasar mengharap Ridho Ilahi, menjadi tujuan utama para pemimpin untuk menjalankan amanah secara kaffah (menyeluruh) sesuai aturan syariat Allah SWT. Karena sejatinya, kepemimpinan -dalam konteks negara- adalah amanah untuk mengurus rakyat yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya.

Rasulullah SAW bersabda:

Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus.” (HR al-Bukhari dan Ahmad). Wallahu A’lam bishshawab[ia]

penulis : Ammy Amelia (Member Akademi Menulis Kreatif)

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: