5 Oktober 2022

Dimensi.id-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan  Indonesia punya peluang untuk menyuplai alat pelindung diri (APD) dan hand sanitizer bagi negara lain yang tengah dilanda pandemi virus corona. Alasannya, Indonesia punya pabrik dan infrastruktur untuk memproduksi barang yang kini dibutuhkan dunia itu.

Kemudian senada dengan hal tersebut Pemerintah juga  mengklaim kebutuhan alat pelindung diri (APD) dalam rangka penanganan Covid–19 seperti pakaian khusus, masker, hingga kaca mata pelindung, dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri (Beritasatu.com, 27/03/2020)

Disamping itu juga Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan bahwa Industri dalam negeri mampu untuk memproduksi barang-barang itu untuk kebutuhan sendiri maupun luar negeri .

Melihat statement pemerintah, kita sebagai rakyat hanya bisa mengelus dada, karena kita melihat kenyataannya tidak sesuai .

Bukannya menyelamatkan negeri dengan memproduksi APD dan perlengkapan lainnya dalam memproteksi wabah untuk anak negeri, malah pemerintah hanya memikirkan pundi – pundi keuntungan.

Para medis menjerit, APD langka. Kalaupun ada harga itupun  selangit. Sementara, terkait keselamatan mereka pemerintah pun nampak abai. Padahal mereka adalah garda terdepan dalam penanganan covid-19, namun mereka seperti bunuh diri karena berjuang tanpa alat yang memadai.

Perkembangan wabah setiap harinya makin mengkhawatirkan, sudah banyak berjatuhan korban baik dari tenaga medis, maupun relawan. Mereka meregang nyawa karena negara abai akan keselamatan mereka.

Carut-marutnya kebijakan yang diambil membuat penanganan semakin lamban. Namun ada- ada saja statemen pemangku kekuasaan, ditengah krisis multidimensi yang saat ini menyerang negeri.

Demi devisa negara, Indonesia berpeluang untuk ekspor masker dan hand sanitizer. Dalam kondisi  saat ini seharusnya pemerintah memberikan angin segar berupa pengadaan APD yang memadai. Bukan malah membuat statemen yang membuat rakyat akhirnya resah terutama paramedis di tengah kegalauan dan kesulitan mencari masker yg langka di pasaran, ini tambah buat kisruh.

Seharusnya pemerintah lebih mengutamakan terpenuhinya  kebutuhan masker dan APD didalam negeri dan kebutuhan urgen lainnya didalam negeri sehingga anak negeri tidak kesulitan, kemudian  setelah terpenuhi, barulah alat-alat tersebut boleh di ekspor.

Kesehatan Prioritas Utama Yang Harus Dipenuhi

Saat wabah sekarang ini, pertimbangan kesehatan masyarakat harus dinomor satukan. Situasi krisis semacam ini kerap memunculkan karakter kepemimpinan yang sebenarnya.

Pemimpin harus mengambil keputusan yang benar, dengan mengesampingkan kepentingan politik elektoral, kepentingan ekonomi sesaat demi segelintir kroni disekitarnya dan mengedepankan kepentingan publik.

Islam Solusi

Sangat di sayangkan, kita tidak akan menemukan  sistem terbaik yang dapat memimpin negeri dengan sistem kapitalis, yang mana sistem ini melahirkan pemimpin bermental pengusaha yang melakukan kebijakan berdasarkan untung rugi.

Berbeda dengan sistem Islam, yang akan melahirkan pemimpin yang tunduk hanya  pada hukum syara’.

Pemimpin Islam Melindungi Rakyat

Bagi seorang pemimpin muslim, tugas sebagai pelayan rakyat akan dilakukan, sehingga ia akan melayani dengan maksimal dan tidak melanggar hukum syariat.

Seorang pemimpin yang muslim akan menjadikan keimanannya sebagai landasan memutuskan kebijakan, keyakinan pada Allah SWT membuatnya tawakal dan berserah diri pada Allah dalam menghadapi wabah ini.

Menjadi seorang pemimpin dalam memerangi wabah ini harus berani ambil resiko tanpa mempertimbangkan masalah materi untung rugi.

Sebagaimana dalam surat Al-Anfal ayat 60

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda- kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggetarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya. Sedangkan Allah mengetahuinya, apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalasi dengan cukup kepada kalian dan kalian tidak akan dianiaya.”

Pemimpin yang mencintai rakyatnya, menjadikan ketaatan tertinggi hanya pada Allah, memiliki tujuan memimpin untuk memperolah ridha Allah dan yakin bahwa apa saja yang dipimpinnya pasti akan diminta pertanggungjawaban.

Kepemimpinan model ini hanya akan diperoleh dari sistem yang bersandar pada ketaatan pada Allah, bukan sistem buatan manusia yang lemah, terbatas, serba kurang. Sistem tersebut adalah sistem Islam. Wallahu’alambishowab.[ia]

 

 

 

Penulis : Lismayani (Pemerhati Masyarakat)

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: